2 Perahu Karam dan Terbalik Dihantam Ombak Perairan Girisubo

Pradito Rida Pertana - detikNews
Rabu, 24 Nov 2021 16:52 WIB
Kapal yang terbalik dan karam di perairan Kapanewon Girisubo, Kabupaten Gunungkidul, Rabu (24/11/2021).
Kapal yang terbalik dan karam di perairan Kapanewon Girisubo, Kabupaten Gunungkidul. (Foto: dok SAR Satlinmas Wilayah I Kabupaten Gunungkidul)
Gunungkidul -

SAR Satlinmas Wilayah I Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mencatat ada dua kejadian berupa kapal karam dan kapal terbalik di perairan Kapanewon Girisubo. Dari kejadian itu ada seorang nelayan yang mengalami patah tulang usai perahunya terbalik.

Koordinator SAR Satlinmas Wilayah I Gunungkidul Sunu Handoko Bayu Sagara menjelaskan, kejadian bermula saat perahu Si Kakap 04 berangkat dari dermaga Pantai Sadeng untuk melakukan aktivitas menarik jaring lobster di tebing Bubukan, Kalurahan Songbanyu, Kapanewon Girisubo, Kabupaten Gunungkidul. Karena ombak besar dan posisi perahu terlalu di pinggir membuat kapal terbalik. Peristiwa itu terjadi pada sekitar pukul 07.00 WIB tadi.

"Pada saat menarik jaring di tebing Bubukan terlalu minggir maka perahu di hantam ombak sehingga kapal terbalik," kata Sunu saat dihubungi detikcom, Rabu (24/11/2021).

Mendapati hal tersebut, pihaknya langsung menuju TKP. Sesampainya di TKP, terlihat perahu masih dalam kondisi terbalik tengkurap dan dilakukan pertolongan dengan membalikkan perahu kembali.

"Setelah perahu sudah dalam posisi yang benar kemudian dikuras air yang berada dalam perahu dan dilakukan penarikan kapal menuju ke dermaga Pantai Sadeng," katanya.

Dari kejadian tersebut, Sunu menyebut tiga nelayan selamat. Kendati demikian, ada seorang nelayan yang mengalami patah tulang.

"Tidak ada korban jiwa, hanya ada satu nelayan yang mengalami patah tulang hidung dan saat ini sudah dibawa ke Puskesmas," ujarnya.

Sedangkan peristiwa lain terjadi di Tebing Turi, Kalurahan Tileng, Kapanewon Girisubo, sekitar pukul 06.00 WIB tadi. Saat itu perahu Maju Jaya keluar dari dermaga Pantai Sadeng untuk melakukan aktivitas menarik jaring lobster.

"Dikarenakan posisi perahu terlalu ke pinggir, maka pada saat menarik jaring tidak menyadari datang gelombang tinggi. Nah saat itu gelombang menerjang perahu dan mengakibatkan mesin perahu mati, penuh dengan air atau karam," ucapnya.

Mendapat laporan tersebut, tim SAR melihat perahu masih dalam kondisi terombang-ambing di lautan dan semakin menepi. Hal itu membuat pihaknya segera melakukan pertolongan dengan menguras air dari dalam perahu.

"Setelah air yang ada di dalam perahu habis, maka segera dilakukan penarikan dan ditarik menuju ke dermaga Pantai Sadeng. Untuk korban jiwa tidak ada, empat nelayan selamat semua," katanya.

Menyoal pemicu kejadian tersebut, Sunu menilai salah satu faktornya adalah gelombang tinggi. Terlebih posisi kapal-kapal tersebut di pinggir tebing.

"Untuk gelombang memang ada sedikit meningkat dari pada kemarin namun masih dalam tingkat landai. Ya, hanya terlalu ke pinggir saja," jelasnya.

(sip/rih)