Bejat! Pengusaha di Solo Perkosa Gadis ABG Karyawannya

Ari Purnomo - detikNews
Rabu, 24 Nov 2021 13:06 WIB
Solo -

Polisi menangkap seorang pengusaha makanan berinisial HDC yang tega memperkosa gadis remaja alias ABG (17) yang juga karyawannya. Pria ini juga mencekoki korban dengan minuman keras (miras) sebelum melakukan pemerkosaan.

"Pelaku dan korban saling kenal karena korban ini diterima sebagai karyawan di tempatnya pada Juni lalu," ujar Kapolresta Solo Kombes Ade Safri Simanjuntak saat rilis kasus di kantornya, Rabu (24/11/2021).

Perbuatan bejat tersangka itu dilakukannya pada Sabtu (18/9) pukul 22.30 WIB. Peristiwa itu bermula saat korban menceritakan masalah pribadinya dan tersangka berjanji akan membantu korban.

"Sabtu (18/9) pukul 22.30 WIB tersangka menawarkan diri mengantarkan pulang korban, dan mampir ke salah satu kafe di Solo. Tersangka menawarkan minum-minuman keras kepada korban," tuturnya.

Lalu pada Minggu (19/9) pukul 00.30 WIB dini hari, terjadi pencabulan terhadap korban saat perjalanan mengantar pulang ke rumah korban. Kemudian saat mobil parkir di Jalan Pleret Utama, Banyuanyar, Banjarsari terjadi pemerkosaan.

"Dan atau persetubuhan anak di bawah umur di dalam mobil milik tersangka," ucapnya.

Ade menyebut dalam kasus ini pihaknya menyita pakaian korban, pakaian tersangka HDC, mobil BMW AD 1633 GA, dan sejumlah dokumen elektronik.

"Serta beberapa botol miras yang diduga diminum tersangka dan korban sesaat sebelum terjadinya persetubuhan," urainya.

Atas perbuatannya tersangka dijerat dengan pasal berlapis yakni pasal 81 ayat (2) jo Pasal 76D dan/atau Pasal 82 ayat (1) jo. Pasal 76E UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang dan/atau Pasal 89 ayat (2) Jo. Pasal 76J ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

"Pidana penjara maksimal 15 tahun dan denda paling banyak RP 5 miliar," pungkas Ade.

(ams/sip)