Tes Acak di Sekolah-sekolah Bantul, 28 Murid dan 1 Guru Positif Corona

Pradito Rida Pertana - detikNews
Jumat, 19 Nov 2021 17:35 WIB
Poster
Ilustrasi Corona. (Foto: Edi Wahyono)
Bantul -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul menyebut ada 29 warga sekolah yang terkonfirmasi positif virus Corona atau COVID-19 pasca-swab acak di sekolah-sekolah sejak tanggal 16 November. Alhasil sekolah yang terdapat kasus positif sementara waktu diminta melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bantul Isdarmoko mengatakan, bahwa ada 279 sampel warga SD yang diambil. Hasilnya ada belasan murid dan Guru yang terkonfirmasi positif COVID-19.

"Untuk SD, hasilnya ada 16 warga sekolah yang positif COVID-19. Dari 16 warga sekolah yang positif itu 15 di antaranya merupakan siswa, dan satunya adalah seorang guru," katanya saat dihubungi wartawan, Jumat (19/11/2021).

Sebanyak 16 warga sekolah yang terpapar COVID-19 tersebar di 7 SD di Kabupaten Bantul. Adapun ketujuh sekolah itu diantaranya MI Al Ma'had An Nur tiga siswa, SD 1 Kretek satu siswa, SD Monggang lima siswa, SD N 1 Pedes satu guru, SDN Bantul Warung dua siswa, SD N Sendangsari dua siswa dan SD N Terban dua siswa.

"Kegiatan PTM di SD yang ada warga sekolahnya positif COVID-19 untuk sementara disetop. Puskesmas akan melakukan tracing kontak erat yang nantinya akan ditindaklanjuti dengan uji swab PCR di Puskesmas setempat," ucapnya.

Sementara untuk swab PCR acak yang menyasar warga SMP sederajat dari 271 sampel yang diambil ada belasan murid yang positif COVID-19. Di mana paling banyak ditemukan di MTs sebanyak lima sekolah dan sisanya SMP.

"Kalau yang tingkat SMP hasilnya ada 13 yang positif, paling banyak dari MTs," ucapnya.

Lebih lanjut, distribusi warga sekolah yang positif COVID-19 diantaranya MTs Al Furqon Sanden empat siswa positif, MTs Al Ma'had, An Nur sebanyak dua siswa positif, MTs N 2 Bantul, MTs N 5 Bantul, MTs El Muna Q dan SMP Muhammadiyah 2 Dlingo masing-masing ditemukan satu siswa positif. Sedangkan SMP 2 Bambanglipuro terdapat tiga siswa yang positif COVID-19.

"Seperti sekolah dasar, untuk PTM di tingkat SMP dihentikan sementara. Selain itu juga dilakukan tracing serta testing untuk memutus rantai penularan (COVID-19)," ujarnya.

Dihubungi terpisah, Wakil Bupati Bantul Joko B Purnomo mengatakan bahwa kegiatan deteksi dini berupa tes swab secara acak dimulai sejak tanggal 16-22 November. Bahkan, dalam beberapa hari ini pihaknya sudah melaksanakannya di 51 sekolah meliputi SD, SMP, SMK hingga SMA.

"Kegiatan ini dilakukan dalam rangka untuk melakukan antisipasi dengan deteksi dini terkait dengan hal-hal yang berkaitan COVID-19. Termasuk kita antisipasi persiapan libur Nataru (Natal dan Tahun Baru)," katanya.

(sip/mbr)