Klaster Takziah Bantul Meluas ke Sleman, Total 85 Orang Positif Corona

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Jumat, 12 Nov 2021 16:25 WIB
Corona Virus test report Stock Image, Test tube
Ilustrasi Corona (Foto: Getty Images/iStockphoto/Richard Maguluko)
Sleman -

Jumlah kasus penularan virus Corona atau COVID-19 dari klaster takziah di Sedayu, Kabupaten Bantul, yang meluas hingga Kabupaten Sleman, bertambah. Kini, total ada 85 orang yang dinyatakan positif Corona.

Kepala Dinas Kesehatan Sleman Cahya Purnama menjelaskan kasus Corona dari klaster takziah Sedayu yang meluas ke wilayah Sleman awalnya ditemukan 69 kasus. Kemudian seiring dilakukannya tracing bertambah menjadi 74.

"Untuk kontak dari klaster Sedayu dari awal 69 positif kemudian dilakukan penelusuran terhadap kontak erat termasuk dengan exit test menjadi 74 (kasus positif)," kata Cahya kepada wartawan, Jumat (12/11/2021).

Dari situ tracing kemudian dilakukan terhadap kontak erat kasus sejumlah 194 orang. Hasilnya ditemukan penambahan kasus positif.

"Dari situ, yang positif konfirmasi COVID-19 sebanyak 11 orang sehingga total dari kasus klaster Sedayu yang ada di wilayah Sleman ada 85 orang yang positif," jelasnya.

Cahya melanjutkan sejauh ini beberapa kasus positif telah dinyatakan selesai menjalani isolasi. Sementara itu, kata Cahya, masih ada warga positif yang masih menjalani isolasi mandiri ataupun isolasi terpusat di Asrama Haji.

"Saat ini sudah ada beberapa yang close kasusnya, sudah tidak bergerak lagi. Tapi masih ada beberapa yang menunggu selesai isolasi baik mandiri atau di isoter Asrama Haji," tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, kasus virus Corona atau COVID-19 di SMKN 1 Sedayu, Bantul, yang berasal dari klaster takziah terus bertambah. Wakil Bupati Bantul Joko B Purnomo mengungkapkan, saat ini kasus Corona dari SMKN 1 Sedayu di Kapanewon Sedayu menjadi 28, di Kapanewon Kasihan 9, Kapanewon Pajangan 6, Kapanewon Srandakan 2, Kapanewon Bambanglipuro 1 dan Kapanewon Sewon 1. Kemudian dari kasus Corona itu juga menyebar di tiga kabupaten lainnya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

"Terus Kabupaten Sleman jadi 53 kasus, Kabupaten Kulon Progo 4 kasus dan Kabupaten Gunungkidul 1 kasus, itu data sejak kemarin (3/11)," kata Joko saat ditemui di ruang kerjanya, kompleks Parasamya Pemkab Bantul, Kamis (4/11).

(rih/sip)