Mayoritas Anggota Permata Ummat Emak-emak 'Sakit Hati' ke Prabowo-Sandi

Heri Susanto - detikNews
Sabtu, 06 Nov 2021 16:13 WIB
Deklarasi Permata Ummat, 6/11/2021
Deklarasi Permata Ummat. (Foto: Heri Susanto/detikcom)
Yogyakarta -

Partai Ummat bentukan Amien Rais kini memiliki organisasi sayap untuk mewadahi aspirasi perempuan. Ternyata dari pengakuan para anggota, sebagian besar dari mereka adalah 'barisan sakit hati' yang semula mendukung Prabowo-Sandiaga di Pilpres 2019.

Saat Pilpres 2019 lalu, pasangan Prabowo-Sandi banyak didukung oleh emak-emak. Kecewa dengan sikap kedua jagoan mereka yang kini masuk kabinet Jokowi-Ma'ruf, emak-emak ini kemudian masuk di Permata Ummat.

"Mayoritas dari emak-emak pendukung (Prabowo-Sandi) dulu di 2019. Malah hampir semuanya," kata Ketua Umum DPP Permata Ummat Euis Ferty Fatayati, saat deklarasi Permata Ummat DIY, di Kantor DPW Partai Ummat DIY, Sabtu (6/11/2021).

Ia menjelaskan, emak-emak yang berhimpun di Permata Ummat ini mayoritas memiliki perasaan yang sama. Mereka sama-sama kecewa dengan sikap Prabowo-Sandi yang dulu mereka dukung mati-matian, namun kemudian bergabung dengan pemerintahan Jokowi.

"Gimana ya, kita seperti disatukan dengan perasaan yang sama (kecewa Prabowo-Sandi)," imbuhnya.

Karena itu, lanjut Euis, keanggotaan Permata Ummat tidak hanya berasal dari PUAN (Perempuan Amanat Nasional) sayap PAN, tapi juga dari eks anggota partai lain yang memang memiliki visi dan misi yang sama.

"Sama seperti tagline Partai Ummat, 'Melawan kedzaliman, Tegakkan Keadilan'. Semua merasakan hal yang sama," jelasnya.

Ketua DPW Permata Ummat DIY Siti Muslihatun mengungkapkan, keanggotaan Permata Ummat DIY ini tidak hanya dari Aisyiah. Meski, secara struktural memang banyak yang menjadi aktivis Aisyiah.

"Banyak yang dari partai lain kemudian kecewa masuk ke Permata Ummat. Ini kami juga baru saling mengenal," kata Siti.

"Kami yang door to door berjuang. Kami optimis dengan pengalaman ini bisa berbuat lebih banyak untuk membesarkan Partai Ummat," katanya.

Simak juga 'Amien Rais: Kalau Mau Berjaya Jangan Memihak Oligarki yang Gendeng':

[Gambas:Video 20detik]



(mbr/mbr)