Terpopuler Sepekan

Kekerasan di Lapas Narkotika Yogya Berujung Pencopotan Jabatan 5 Petugas

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Sabtu, 06 Nov 2021 10:14 WIB
Ilustrasi Penjara
(Foto: Ilustrasi/Thinkstock)
Yogyakarta -

Sejumlah eks narapidana (napi) Lapas Narkotika Yogyakarta memberikan kesaksian soal adanya dugaan tindak kekerasan di dalam lapas. Mereka kemudian melapor ke Ombudsman RI (ORI) Perwakilan DIY.

Banyak Pelanggaran HAM di Lapas Narkotika Yogya

Vincentius Titih Gita (35) warga Yogyakarta adalah salah satu eks napi yang melapor ke ORI. Diceritakannya, banyak pelanggaran HAM dan penyiksaan yang terjadi di lapas.

"Banyak pelanggaran HAM di lapas, berupa penyiksaan. Jadi begitu kita masuk tanpa kesalahan apapun kita langsung dipukuli pakai selang, diinjak, (pakai) kabel juga, dipukul pakai kemaluan sapi (yang dikeringkan)," kata Vincen ditemui di kantor Ombudsman, Depok, Sleman, Senin (1/11/2021).

Vincen mengatakan aksi kekerasan oknum petugas itu kerap dilakukan kepada napi yang baru masuk ke lapas narkotika. Termasuk ke dirinya yang dipidahkan dari rutan bersama 12 orang lainnya pada April 2021 ke lapas narkotika. Setibanya di lapas, ia disiksa selama 3 hari dan dimasukkan ke sel kering selama hampir 5 bulan.

Bentuk penyiksaan

Dikatakan Vincen, aksi kekerasan di dalam lapas hampir setiap hari dilakukan. Mulai dari pemukulan, berguling-guling hingga muntah, meminum air kencing hingga kekerasan seksual yakni diminta masturbasi dengan timun.

"Saya lihat sendiri (ada napi) tidak pakai kaos kemudian disuruh guling-guling (sampai) muntah dan muntahannya itu disuruh memakan lagi. Bahkan ada yang suruh minum air kencing petugas, dan ada timun isinya dibuang lalu diisi sambal dan diminta onani dan timunnya dimakan," tambahnya.

Kanwil Kemenkumham DIY lakukan investigasi

Selang satu hari setelah laporan eks napi ke ORI DIY, pihak Kanwil Kemenkumham DIY kemudian membantah hal itu.

"Bahwa berita yang ada di media sosial ramai, kami sampaikan bahwa tidak benar demikian beritanya. Kita tidaklah manusia yang sesadis itu," kata Kepala Kanwil Kemenkumham DIY, Budi Argap Situngkir, Selasa (2/11).

Kendati demikian, pihak Kemenkumham tetap melakukan investigasi untuk mencari kebenaran dari laporan Vincen dkk ke Ombudsman RI (ORI) Yogyakarta.

Kemenkumham ancam copot

Budi Argap Situngkir berjanji jika hasil investigasi ditemukan pelanggaran seperti yang diungkapkan pelapor, maka ia tak segan untuk mencopot pihak-pihak yang bersalah.

"Kalau benar memang perlakuan sampai dipukul pakai selang dan sebagainya, kita akan copot KPLP-nya, Kalapasnya. Kalau benar perlakuan itu," tegasnya.

Selanjutnya: Diakui ada tindakan berlebihan...