ADVERTISEMENT

Pengusung Puan Capres Tuding Buzzer 'Kompor' Adu Domba Ganjar Vs Puan

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Minggu, 31 Okt 2021 20:27 WIB
Puan Maharani dan Ganjar Pranowo
Foto: Puan Maharani dan Ganjar Pranowo
Semarang -

Pengusung Puan Maharani for President 2024, Gema Puan, bicara soal buzzer yang menjadi pihak pengadu domba. Gema Puan menyebut konflik Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan Puan Maharani dibuat oleh buzzer.

Ketua Umum Generasi Muda Pejuang Nusantara (Gema Puan), Ridwan mulanya menyebut buzzer sebagai penangkal hoax dan fitnah dari pihak oposisi Presiden Joko Widodo (Jokowi). Namun, belakangan buzzer ini muncul sebagai pihak pengadu domba.

"Awalnya untuk menangkal hoax dan fitnah dari oposisi atau yang tidak suka, memberitakan hasil kerja Pak Jokowi, itu kita sepakat. Kemudian mereka melenceng dari cita-cita itu. Seharusnya fokus untuk menjaga Pak Jokowi, bukan berlindung di Jokowi terus menggadang-gadangkan Pak Ganjar," kata Ridwan usai Deklarasi Puan for President 2024 di Hotel Noorman, Minggu (31/10/2021).

"Mengadu Pak Ganjar dengan Mbak Puan. Ini kan nggak sehat. Mbak Puan dan Ganjar itu bukan musuh," sambung Ridwan.

Ridwan pun menyoroti istilah dari buzzer yang justru dinilai memecah belah bangsa. Salah satu contoh, kata dia, cebong versus kadrun.

"Buzzer ini kan maya, sebenarnya tapi ada yang ngedesain. Itu yang harus dilawan," tegas Ridwan.

Massa yang menamakan diri Gema Puan mendeklarasikan diri Puan Maharani maju Pilpres 2024. Deklarasi ini dilakukan di salah satu hotel di Semarang, Minggu (31/10/2021).Massa yang menamakan diri Gema Puan mendeklarasikan diri Puan Maharani maju Pilpres 2024. Deklarasi ini dilakukan di salah satu hotel di Semarang, Minggu (31/10/2021). Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom

Ridwan mengatakan pihaknya tidak akan melibatkan buzzer untuk menyosialisasikan Puan Maharani sebagai capres 2024. Pihaknya memilih untuk melakukan aksi turun langsung ke masyarakat.

"Kita punya konsep, tidak perlu pakai buzzer. Normal saja. Nggak perlu orang gila dilawan gila," tegasnya.

Menurutnya Gema Puan sadar keputusan untuk mencalonkan capres PDIP di Pilpres 2024 merupakan kewenangan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. Pihaknya berharap rekomendasi itu bisa jatuh ke tangan Puan Maharani.

"Gema Puan ini ingin beri keyakinan ke Bu Mega bahwa jangan takut digertak dengan alasan elektabilitas," katanya.

(alg/ams)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT