Ketua LSM Dibui Gegara Postingan soal Korupsi di Tegal Hirup Udara Bebas

Imam Suripto - detikNews
Senin, 25 Okt 2021 19:25 WIB
Ketua GNPK Basri Budi Utomo keluar dari Lapas Kota Tegal, Senin (25/10).
Ketua GNPK Basri Budi Utomo keluar dari Lapas Kota Tegal, Senin (25/10). (Foto: Imam Suripto/detikcom)
Kota Tegal -

Ketua LSM Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (GNPK RI) Basri Budi Utomo keluar dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kota Tegal, Jawa Tengah, Senin (25/10). Basri menghirup udara bebas setelah diberikan asimilasi sesuai dengan Permenkumham Nomor 24 Tahun 2021.

"Setengah masa penjara Basri Budi Utomo pada tanggal 4 Oktober 2021. Setelah dihitung dengan masa tahanan dan lain-lain sehingga sudah melewati setengah masa pidana sehingga bisa dieksekusi untuk asimilasi," kata Kepala Lapas Kota Tegal Andi Yudho Sutijono di kantornya, Senin (25/10/2021).

Selain asimilasi, lanjutnya, pertimbangan lain adalah terpidana Basri kooperatif dan menunjukkan karakter keteladanan sebagai warga binaan. Sehingga selama di dalam penjara menjadi contoh para napi yang lainnya.

"Dan ini membuat Lapas Kota Tegal lebih kondusif, lebih lancar, lebih aman dan lebih baik semua urusan. Keluarnya Basri dari Lapas Kota Tegal tidak ada kendala, ini administrasinya sudah selesai semua," ungkap Yudho.

Meski sudah dibolehkan keluar lapas, Basri tetap dalam pengawasan. Basri akan diawasi oleh Balai Pemasyarakatan (Bapas) Pekalongan karena rumahnya berada di Pekalongan, sehingga fungsi-fungsi supervisi Bapas Pekalongan akan lebih dekat.

Sekeluarnya dari Lapas, Basri mengatakan masa penahanan dirinya sampai 24 Oktober 2021. Untuk memenuhi 7 bulan, Basri akan menjalani di rumah dengan pengawasan.

"Selanjutnya untuk memenuhi 7 bulan tahanan saya menjalani di rumah dengan pengawasan dari Bapas Pekalongan," kata Basri.

Selama masa pengawasan, kata Basri, ada kriteria hal-hal yang tidak boleh dilakukan. Antara lain selama dalam pengawasan jangan sampai melanggar hukum atau mengulangi perbuatannya kembali.

"Jangan sampai saya ini melakukan pelanggaran-pelanggaran yang sudah menjadi ketentuan dari Permen Kemenkumham," katanya.

Selesai menjalani seluruh masa hukuman, Basri mengatakan akan tetap melakukan pengawasan terkait dengan korupsi. Menurutnya, apa yang dialami sekarang ini adalah sebuah risiko dari fungsi pengawasannya.

"Kalau itu sih melekat, tetap menjalani pengawasan terhadap korupsi. Tapi kan tidak harus saya, bisa jajaran saya," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Basri Budi Utomo divonis 7 bulan penjara oleh Pengadilan Negeri (PN) Kota Tegal, Jawa Tengah. Basri divonis bersalah melakukan pencemaran nama baik Kodim 0712 Tegal melalui media sosial Facebook (FB). Postingan Basri terkait dugaan korupsi anggaran penanganan COVID-19.

(rih/mbr)