Jenazah Ki Bayu Sugati Dimakamkan, Dikenang sebagai Seniman Serba Bisa

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Selasa, 28 Sep 2021 12:46 WIB
Pelepasan Jenazah Dalang Ki Bayu Sugati
Pelepasan Jenazah Dalang Ki Bayu Sugati. (Foto: Jauh Hari Wawan S/detikcom)
Sleman -

Dalang wayang kulit kenamaan gaya Yogyakarta, Ki Bayu Sidik Supriyadi atau yang dikenal dengan nama panggung Ki Bayu Sugati, meninggal di usia cukup muda, 54 tahun. Pemkab Sleman dan keluarga menyebutnya sebagai seniman serba bisa.

Ki Bayu meninggal dunia pada Senin (27/9) dini hari di RSUP dr Sardjito, Yogyakarta. Jenazahnya sempat disemayamkan semalam di kediamannya Pajangan, Pandowoharjo, Sleman dan baru dimakamkan siang ini pukul 11.12 WIB di di Makam Agung Kastubo Mulyo, Pajangan.

Ratusan orang nampak datang untuk melayat. Puluhan karangan bunga pun nampak berjejer di gang rumahnya. Suasana haru kental mewarnai ketika alunan gamelan terdengar mengantarkan pemberagkatan jenazah Ki Bayu ke tempat peristirahatan terakhir.

"Kita tentunya sangat kehilangan ya sosok Pak Bayu, karena beliau adalah seorang seniman yang melanjutkan trah Gito Gati yang sangat luar biasa," kata Plt Kepala Dinas Kebudayaan Sleman Aji Wulantara kepada wartawan, Selasa (28/9/2021).

Aji berkata, Ki Bayu merupakan seniman yang berpengaruh di Sleman maupun Yogyakarta. Kontribusi Ki Bayu bukan saja pada dunia wayang kulit, seni tradisi, garap gamelan dan seni ketoprak.

"Iya sangat berpengaruh dan kita sangat kehilangan sekali. Dan memang mereka seorang seniman yang santun, ramah, mampu bekerja sama dengan pemerintah dalam membantu menyelesaikan dan mengembangkan seni budaya di Sleman," ungkapnya.

Komedian Bambang Rabies yang merupakan kakak sepupu Ki Bayu mengatakan almarhum sudah sering sakit-sakitan di waktu-waktu terakhir. Namun demikian hal itu tak menghalangi Ki Bayu untuk tetap bersosialisasi dengan semua kalangan seperti yang dilakukan semenjak kecil.

"Bayu itu orangnya santai dan suka bersosialisasi dengan semua masyarakat, semua dirangkul tidak pilih-pilih," kata Bambang Rabies.

Bambang mengatakan, sebelum mendalang, Ki Bayu memang lebih dulu terjun di dunia ketoprak bersamanya."Bayu dulunya main ketoprak. Lalu belajar sedikit demi sedikit hingga bisa jadi dalang, tapi tetap main ketoprak," ungkapnya.

Bayu dan Bambang memang hampir seumuran dan sama-sama berasal dari trah seni Paguyuban Seni (PS) Bayu yang dirintis seniman kembar kenamaan asal Yogya, Ki Sugito dan Ki Sugati (Gito Gati).

"Dulu kalau ketoprak dia (Ki Bayu) lakonnya, saya yang lawakannya," ungkapnya.

Karenanya, Bambang mengenang sepupunya itu sebagai seorang seniman yang punya banyak bakat. Dia mendalang, main ketoprak dan menggarap gending-gending gamelan.

"Jadi kalau ada yang minta ketoprak dia mau. Lalu kalau ada yang ngundang wayangan di hari yang sama dia akan mendahulukan yang sudah janjian," katanya.

Simak juga 'Selamat Jalan, Koes Hendratmo...':

[Gambas:Video 20detik]



(mbr/sip)