Pengacara Tolak Nani Takjil Sianida Didakwa Pembunuhan Berencana

Pradito Rida Pertana - detikNews
Senin, 27 Sep 2021 16:07 WIB
Suasana sidang takjil sianida di PN Bantul, Senin (27/9/2021). Pengacara terdakwa Nani Aprilliani menyatakan menolak dakwaan pembunuhan berencana dalam agenda pembacaan eksepsi ini.
Suasana sidang takjil sianida di PN Bantul (Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom)
Bantul -

Terdakwa kasus takjil sianida yang menewaskan seorang bocah di Bantul, Nani Aprilliani Nurjaman, kembali menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Bantul hari ini. Penasihat hukum terdakwa menolak Nani takjil sianida didakwa dengan pembunuhan berencana.

"Karena Pasal 340 KUHP yang jadi dakwaan kepada Nani tidak berkorelasi. Unsur-unsurnya disebut tidak terpenuhi," ucap salah satu PH Nani yakni R Anwar Ary Widodo saat ditemui wartawan di PN Bantul, Senin (27/9/2021).

Sidang dengan agenda pembacaan nota keberatan dakwaan (eksepsi) ini dipimpin oleh Majelis Hakim Aminuddin dan dua hakim anggota yakni Sigit Subagyo dan Agus Supriyana. Lalu tim jaksa penuntut umum (JPU) terdiri dari Sulisyadi, Meladissa Arwasari, Nur Hadi Yutama dan Ahmad Ali Fikri.

Pengacara Nani lainnya, Wanda Satria Atmaja, menambahkan pasal 340 KUHP yang didakwakan ke kliennya dirasa terlalu berat. Menurutnya tidak ada unsur kesengajaan untuk membunuh korban yang merupakan seorang bocah.

"Pasal 340 adalah kalau dalam KUHP disebut pembunuhan berencana. Pembunuhan berencana itu harus ada unsur dengan sengaja. Dengan sengaja orang melakukan rencana dengan sengaja untuk membunuh," katanya.

Wanda mengatakan Nani tidak memenuhi unsur kesengajaan membunuh anak Bandiman, driver ojol yang diminta kliennya mengantarkan sate beracun untuk pria bernama Tomi.

"Jadi pasal tersebut unsur sengajanya di mana? Unsur sengaja membunuh Nabanya (korban N) di mana itu tidak pernah ada," terang dia.

Ketua Majelis Hakim Aminuddin mengatakan sidang akan dilanjutkan pada Senin (4/10) mendatang. Agenda sidang pekan depan untuk mendengarkan tanggapan atas eksepsi yang diajukan penasihat hukum terdakawa Nani.

"Baik majelis telah sepakat untuk acara tanggapan untuk eksepsi ini akan ditunda hari Senin, 4 Oktober 2021 dengan agenda tanggapan atas eksepsi dari penasihat hukum," ucap Aminuddin.

Diberitakan sebelumnya, Nani Aprilliani Nurjaman didakwa pasal berlapis karena kasus takjil sianida yang menewaskan seorang anak driver ojol di Bantul. JPU mendakwa Nani dengan Pasal 340 KUHP, subsidiair Pasal 338 KUHP, lebih subsidiair Pasal 353 ayat 3 KUHP, lebih lebih subsidiair Pasal 351 ayat 3 KUHP atau kedua Pasal 80 ayat 3 UU perlindungan anak atau ketiga Pasal 359 KUHP.

"Pasal yang terberat pasal 340 KUHP dengan ancaman pidananya maksimal hukuman mati, seumur hidup atau pidana penjara maksimal 20 tahun penjara," kata Kasie Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bantul Sulisyadi kepada detikcom, Kamis (16/9/).

(ams/sip)