Pro Kontra Warga Desa Wadas soal Kedatangan Polisi Bersenjata Lengkap

Rinto Heksantoro - detikNews
Jumat, 24 Sep 2021 19:14 WIB
Warga Desa Wadas, Purworejo, yang tergabung dalam komunitas Wadas Cerdas menggelar istigasah, Jumat (24/9/2021).
Warga Desa Wadas, Purworejo, yang tergabung dalam komunitas 'Wadas Cerdas' menggelar istigasah, Jumat (24/9/2021). Foto: Rinto Heksantoro/detikcom

Hal serupa juga diutarakan warga lainnya, Astri (28). Bahkan ia menuturkan, jika warga yang pro dan kontra quarry justru lebih banyak yang pro.

"Wajar lah itu kan memang pekerjaannya polisi, kalau bawa senjata ya itu kan kelengkapan mereka buat keamanan kalau ada apa-apa, buat keamanan masyarakat. Terlalu berlebihan kalau sampai bilang mencekam. Terus warga yang pro sama yang kontra itu banyak yang pro, sekitar 90 persen. Ya mereka itu (yang kontra) selalu cari kesalahan," tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, perwakilan warga Desa Wadas mendatangi kantor Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Yogyakarta, untuk mengadukan terkait patroli polisi yang dianggap meresahkan. Salah seorang perwakilan warga Wadas, M Azim, mengatakan aparat bersenjata lengkap sudah 3 hari terlihat di desanya.

"Aparat tiga hari ini dengan motif apapun mereka datang dan motif ini bisa dibilang cukup lucu karena cuma bagi-bagi masker atau patroli. Akan tetapi mereka datang dengan senjata lengkap. Ada tujuh orang dan yang lima pakai senjata lengkap," kata Azim, di Kantor Walhi Yogyakarta, Kotagede, Kota Yogyakarta, Kamis (23/9) kemarin.

Menurut Azim, kehadiran aparat ini membuat warga resah. Apalagi di desa tersebut pada 23 April 2021 terjadi bentrok antara warga dan aparat.

"Warga sebetulnya hampir lupa dengan kekerasan itu. Tapi polisi datang membawa senjata lengkap dan ini menimbulkan trauma kembali. Ini membuat resah bapak-bapak dan juga ibu-ibu yang traumanya berkepanjangan. Bahkan anak-anak kalau di Desa Wadas kalau ada polisi histeris," tambahnya.

Perwakilan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta, Dhanil Algifari, mengatakan ada indikasi pelanggaran HAM yang dilakukan oleh aparat kepolisian.

"Dengan adanya teror dan intimidasi ini, ke depannya mungkin kita akan laporkan juga ke Komnas HAM," kata Dhanil.

"Ada kejadian ini rencananya kita sekalian lapor ke Komnas HAM agar ada investigasi mendalam terkait dugaan pelanggaran HAM oleh pemerintah di Desa Wadas," sambungnya.

Terpisah, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Iqbal Alqudusy menanggapi soal anggota yang datang ke Wadas. Ia menjelaskan kegiatan tersebut merupakan patroli dan pembagian masker ke warga.

"Kehadiran Polri hanya patroli rutin dan pembagian masker sekaligus harkamtibmas. Polri menjamin semua keamanan warga," kata Iqbal lewat pesan singkat, Kamis (23/9) kemarin.

"Polri menjamin semua keamanan warga," sambung dia.


(rih/ams)