Produsen Upal Nyaris Setengah Miliar di Boyolali Dibongkar!

Ragil Ajiyanto - detikNews
Jumat, 24 Sep 2021 14:18 WIB
Para tersangka produsen uang palsu di Boyolali
Penampakan uang palsu produksi para tersangka di Boyolali. (Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom)
Boyolali -

Polisi menggerebek rumah di Boyolali, Jawa Tengah yang menjadi tempat produksi uang palsu. Dari penggerebekan ini sembilan orang ditangkap dan disita upal senilai nyaris setengah miliar rupiah atau Rp 496 juta.

"Ada 10 orang tersangka. Sembilan berhasil kami tangkap dan satu orang lagi DPO (daftar pencarian orang)," ujar Kapolres Boyolali, AKBP Morry Ermond, dalam pers rilis di halaman Sat Reskrim Polres Boyolali, Jumat (24/9/2021).

Sembilan orang tersangka itu yakni DRS (39) warga Dukuh Wates, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali. Kemudian MF (41) warga Ciseureuh, Pegol, Kota Bandung; CAS (37) warga Cepu, Blora.

Selanjutnya tersangka AB (46) warga Ngestiharjo, Kasihan, Bantul; EDH (53) Margorejo, Wonocolo, Kota Surabaya; HS (55) warga Darmo, Wonokromo, Kota Surabaya; ABW (46) warga Prayungan, Lengkong, Nganjuk; AS (49) warga Kertajaya, Gubeng, Kota Surabaya dan DD (34) warga Karanggebang, Jetis, Ponorogo.

"Sedangkan satu tersangka yang masih buron yakni inisial R (38), tinggalnya di Solo. Saat pengembangan dia melarikan diri. Keterlibatannya merupakan pelaku pembuat dan mengedarkan uang palsu," jelas Morry.

Dari kesembilan tersangka yang ditangkap, dua di antaranya merupakan perempuan, yakni CAS alias Putri dan ADH. Keduanya juga terlibat dalam jaringan pembuatan uang palsu ini.

Morry menjelaskan kasus ini terungkap dari adanya informasi peredaran uang palsu di wilayah Kecamatan Mojosongo, Boyolali. Peredaran uang palsu ini termonitor sejak April-Mei 2021 lalu.

"Kita mendapat informasi salah satu tersangka diduga membuat uang palsu tersebut dan lokasinya tidak jauh dari tempat kita ternyata (tak jauh dari Mapolres Boyolali) dan itu masuk dalam Kecamatan Mojosongo," kata Morry.

Morry menerangkan uang palsu itu dibuat di rumah tersangka DRS di Dukuh Wates, Kelurahan/Kecamatan Mojosongo. Rumah yang berlokasi sekitar 2 km dari Mapolres Boyolali ini pun akhirnya digerebek petugas pada Minggu (12/9) sekitar pukul 04.00 WIB.

Saat penggerebekan itu, petugas menangkap tiga tersangka yaitu DRS, MF dan CAS, sebagai pembuat dan pengedar Upal. Mereka tertangkap basah saat sedang mencetak upal.

Dari pengembangan kasus ini, polisi akhirnya menangkap empat orang lainnya sebagai penyedia bahan baku kertas untuk membuat upal. Keempat orang ini yakni tersangka AB, EDH, HS dan ABW.

"Kemudian dikembangkan lagi dan berhasil menangkap dua tersangka lainnya yang berperan sebagai pengedar uang palsu yaitu, AS dan DD," jelas dia.

Kepada polisi, para tersangka mengaku sebagian dari uang palsu yang mereka buat beredar hingga luar provinsi. "Cukup luas (peredarannya). Jadi informasi yang kami terima uang palsu yang diproduksi ini sudah sempat dikirimkan ke Aceh, kemudian ke Bekasi, Tangerang, dan Surabaya terutama di wilayah Kabupaten Malang," urainya.

Morry menerangkan dalam pengungkapan ini pihaknya menyita uang palsu sebanyak 8.516 lembar pecahan Rp 100.000, Rp 50.000 dan Rp 20.000. Rinciannya uang pecahan Rp 100 ribu emisi 2016 sejumlah 1.605 lembar senilai Rp 160,5 juta. Kemudian pecahan Rp 50 ribu emisi 2016 sebanyak 6.577 lembar senilai Rp 328.850.000 dan pecahan Rp 20 ribu emisi 2016 sebanyak 334 lembar senilai Rp 6.680.000.

"Nilai (uang) yang dipalsukan sebesar Rp 496.030.000," jelas Morry.

Selengkapnya di halaman berikut...