3 Hari Hilang, Pria Sleman yang Pamit Mendaki Merapi Belum Ditemukan

Jauh Hari Wawan S. - detikNews
Kamis, 23 Sep 2021 19:42 WIB
Pucak Gunung Merapi terlihat dari Desa Wedomartani, Ngemplak, Sleman, DI Yogyakarta, Senin (5/7/2021). Menurut data Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, pada periode Senin, 7 Juli 2021 pukul 06.00-18.00 WIB teramati terjadi satu kali awan panas guguran dengan jarak luncur 1.500 ke arah barat daya, 14 kali luncuran lava pijar ke arah barat daya jarak maksimal 1.500 meter dan 14 kali luncuran lava pijar jarak luncur 1.800 meter ke arah tenggara. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/pras.
Gunung Merapi (Foto: ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah)
Sleman -

Selamiyo (35) warga Glagaharjo, Kabupaten Sleman, yang hilang di kawasan Gunung Merapi hingga saat ini masih belum ditemukan. Dari 7 regu SAR yang dikerahkan tak satupun menemukan jejak survivor.

"Pencarian dari pukul 07.00 WIB pagi hingga 4 sore (16.00 WIB) masih belum bisa menemukan survivor," kata koordinator pos pencarian Bukit Klangon, Koptu Eko Widodo, kepada wartawan, Kamis (23/9/2021).

Eko mengatakan, survivor terakhir kali terlihat di Gunung Kukusan yang masih merupakan bagian dari Merapi. Selamiyo sebelumnya pamit mendaki Gunung Merapi pada Selasa (21/9) pagi, namun hingga hari ini tanpa kabar.

"SRU I menyisir Sungai Talang menuju survivor terakhir dilihat saksi. Terlihat bekas alur jejak tapi sudah agak hilang karena tersapu hujan tadi malam. SRU naik sampai batas vegetasi Sungai Woro Gede dan Woro Kecil, Gebyok, tapi nihil," ungkapnya.

Regu lain yang melakukan penyisiran dari Bukit Kukusan, bantaran Kali Gendol, Kali Talang, juga tidak menemukan tanda-tanda survivor.

Untuk saat ini, pihaknya telah menghentikan proses pencarian. Soal apakah besok pencarian akan dilanjutkan atau tidak, Eko mengatakan masih akan melakukan koordinasi.

"Pencarian hari ini ditutup. (Untuk besok) Masih menunggu keputusan rapat malam ini," tutur Eko.

Sebelumnya diberitakan, Selamiyo (35) warga Padukuhan Kalitengah Lor, Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, pergi meninggalkan rumah sejak Selasa (21/9) pagi. Sebelum pergi, ia berpamitan ke keluarganya untuk mendaki Gunung Merapi dari jalur Bukit Klangon.

Koordinator Sarlinmas Kaliurang, Kiswanto, menuturkan keluarga dan warga sekitar mengikuti korban ke arah Bukit Kendil namun akhirnya kehilangan jejak. Warga kemudian berusaha mencari dengan memanggil nama korban.

"Ada yang melihat (korban) ke arah Bukit Kendil. Terus dicari, dipanggil-panggil masih nyaut dua kali," kata Kiswanto, kemarin.

Warga yang kehilangan jejak kemudian melakukan penyisiran hingga sore hari. Namun hasilnya nihil. Pencarian kemudian dihentikan karena hujan turun dan terhalang kabut.

(ams/rih)