Tak Bisa Ambil Deposito di Koperasi, Emak-emak Ini Ngadu ke Polisi

Manik Priyo Prabowo - detikNews
Rabu, 22 Sep 2021 14:56 WIB
Emak-emak pedagang Pasar Brati mengadu ke polisi karena tak bisa mencairkan deposito di KSP Logam Mulia, Grobogan.
Emak-emak pedagang Pasar Brati, Grobogan, mengadu ke polisi karena tak bisa mencairkan deposito di KSP tempat mereka menabung (Foto: Manik Priyo Prabowo/detikcom)
Grobogan -

Sejumlah emak-emak pedagang Pasar Brati di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, mengadu ke Polsek Brati. Mereka mengadukan uang tabungan yang tak bisa diambil di salah satu koperasi simpan pinjam (KSP).

Pantauan di lokasi, para pedagang Pasar Brati ini datang mulai pukul 11.00 WIB. Mereka datang berbarengan ada yang berjalan kaki maupun dengan mengendarai sepeda motor ke kantor polisi yang lokasinya ada di seberang pasar. Sejumlah pedagang juga tampak membawa buku tabungan, fotokopi KTP dan KK.

Salah seorang pedagang, Eni Widayanti (35), mengaku sebagai nasabah deposito berjangka di KSP tersebut. Dia mengaku tak bisa mengambil uang Rp 40 juta miliknya.

"Saya menabung deposito berjangka dua tahun. Namun saat jatuh tempo bunga nggak bisa diambil, bahkan tabungan juga nggak bisa diambil. Tabungan plus bunga ada Rp 40 juta lebih karena bunga 1 persen per tahun sesuai aturan bunga yang KSP Syariah Logam Mulia tawarkan. Kalau korban di Pasar Brati ada lebih dari 20 nasabah, tabungan harian paling tidak Rp 5 juta sampai Rp 10 juta," urai Eni saat ditemui di Polsek Brati, Rabu (22/9/2021).

Kepada petugas, Eni mengaku sudah mencoba lebih dari tiga kali untuk mengambil tabungan dan depositonya. Dia pun mengaku menjadi salah satu nasabah prioritas KSP yang berada di Kecamatan Klambu, Kabupaten Demak, itu karena nilai depositonya cukup besar.

Eni menerangkan pihaknya sudah mencoba mendatangi kantor pusat maupun kantor cabang KSP tersebut. Namun, uang tabungan maupun depositonya tetap tak bisa dicairkan.

"Sebenarnya saya mau pakai buat modal dan juga kebutuhan sehari-hari. Soalnya pandemi begini susah jualan baju. Tapi karena KPR Syariah Logam Mulia nggak mau memberi, maka kita laporkan ke Polsek Brati bersama puluhan nasabah lainnya juga ikut melapor," imbuh Eni.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Brati Aiptu Tofan Saptono menjelaskan korban KSP Syariah Logam Mulia tercatat ada di tiga kecamatan. Dia menerangkan proses hukum diambil alih oleh Polres Grobogan karena korban tidak hanya dari Kecamatan Brati saja.

"Korban dan lokasi kejadian atau lokasi KSP (Syariah Logam Mulia) tidak hanya di Kecamatan Brati. Karena ada tiga wilayah maka Polres Grobogan yang mengambil alih kasus ini," jelas Tofan usai menemui emak-emak pedagang yang mendatangi Polsek Brati.

"Nanti saja penjelasannya lebih lanjut sama Kasat Reskrim Polres Grobogan. Supaya tahu data secara total berapa nasabah yang jadi korban dan berapa jumlah kerugian uang yang ditabung nasabah ini," pungkasnya.

Pantauan detikcom hari ini, kantor KSP Syariah Logam Mulia, Grobogan, tampak tertutup rapat. Selain itu ada pengumuman yang terpasang dalam bentuk spanduk di kantor itu, di antaranya berbunyi sebagai berikut:

PENGUMUMAN OBYEK INI DALAM SITA UMUM
Berdasarkan Putusan Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Semarang Nomor 9/Pdt.Sus-Pailit/2021/PN Niaga Smg tanggal 08 Juni 2021

Telah menyatakan pailit
KOPERASI SIMPAN PINJAM SYARIAH LOGAM MULIA (Dalam Pailit) dengan segala akibat hukumnya sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang.

(ams/rih)