Ngaku Polisi-Peras Warga, Pria di Kulon Progo Ini Diringkus

Jalu Rahman Dewantara - detikNews
Selasa, 21 Sep 2021 17:35 WIB
Ilustrasi Penipuan
Foto: Ilustrasi oleh Mindra Purnomo
Kulon Progo -

Aksi penipuan dengan modus mengaku sebagai polisi terjadi di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Pelaku yang kini telah ditangkap Polres Kulon Progo itu berpura-pura sebagai personel Satuan Reserse Narkoba dan memeras korbannya.

Pelaku bernama Endra Panji Purnama Putra (29) ditangkap polisi di indekosnya di Kalurahan Bendungan, Kapanewon Wates, Kulon Progo, pada Senin (20/9) malam. Adapun aksi pemerasan dilakukan pelaku pada akhir Agustus 2021 lalu.

"Modusnya, pelaku memanfaatkan korban yang mengaku pernah menggunakan obat-obatan terlarang. Nah pelaku ini mengaku sebagai anggota polisi satuan narkoba, dan bilang ke korban bahwa korban sudah diawasi oleh polisi. Agar tidak diproses hukum pelaku mengaku bisa membantu korban asal menyerahkan sejumlah uang," ungkap Kasubbag Humas Polres Kulon Progo Iptu I Nengah Jeffry kepada wartawan, Selasa (21/9/2021).

Jeffry menjelaskan untuk meyakinkan korbannya, pelaku menunjukkan logo Satuan Narkoba yang belakangan diketahui palsu. Dalam aksinya pelaku mengancam korban apabila tidak menyerahkan uang, maka perkara tersebut akan diberitahukan kepada orang tua korban.

"Karena korban merasa takut jadi ya mengiyakan keinginan pelaku dan bersedia memberikan uang sebesar Rp 3,5 juta. Namun oleh korban baru diberikan uang Rp 500 ribu ketika keduanya bertemu di Dermaga Tanjung Adikarto pada 27 Agustus 2021 lalu. Korban berjanji akan menyelesaikan pembayarannya dalam waktu dua bulan," terang Jefrry.

Setelah itu, pada Senin (20/9) kemarin, pelaku kembali menghubungi korban terkait dengan kekurangan uang yang harus diserahkan. Korban yang merasa takut dan curiga dengan tindakan pelaku kemudian mengajak petugas Polsek Wates supaya mendatangi pelaku.

"Dari situlah tim diterjunkan untuk menangkap pelaku ini," ucap Jeffry.

Jeffry mengatakan dalam penangkapan itu, polisi menyita sejumlah barang bukti di antaranya uang Rp 500 ribu dan dua ponsel. Selanjutnya pelaku digelandang ke kantor polisi untuk dilakukan pemeriksaan guna mengetahui ada tidaknya korban lain.

"Untuk saat ini pelaku tengah menjalani pemeriksaan lebih lanjut dan terancam tindak pidana pemerasan dan penipuan yang diatur dalam pasal 368 ayat (1) KUHP atau 378 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 9 tahun," pungkasnya.

Simak video 'Pedagang Sayur di Cianjur Dicokok Polisi Gegara Ngaku Polisi-Peras Warga':

[Gambas:Video 20detik]



(rih/ams)