Curi Start Gelar PTM, 90 Siswa SMPN di Purbalingga Terpapar Corona

Vandi Romadhon - detikNews
Selasa, 21 Sep 2021 11:40 WIB
Sebanyak 90 murid SMP 4 Mrebet Purbalingga positif Corona usai sekolah itu menggelar PTM selama dua pekan, Selasa (21/9/2021).
Sebanyak 90 murid SMP 4 Mrebet Purbalingga positif Corona usai sekolah itu menggelar PTM selama dua pekan, Selasa (21/9/2021). (Foto: Vandi Romadhon/detikcom)
Purbalingga -

Sebanyak 90 siswa SMP Negeri 4 Mrebet Purbalingga Jawa Tengah dinyatakan terpapar COVID-19. Hal itu diketahui setelah para siswa menjalani rapid test antigen yang digelar oleh pihak sekolah bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Purbalingga Senin (20/9) kemarin.

"Awalnya ada yang bergejala, Kepala sekolah kemudian meminta Dinas Kesehatan untuk melakukan tes (COVID-19) ternyata hasilnya ada 90 yang dinyatakan positif," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga Hanung Wikantono, Selasa (21/9/2021)

Menurut Hanung, sebelumnya SMP N 4 Mrebet telah melakukan pembelajaran selama dua minggu. Padahal sekolah itu belum diperiksa oleh tim Satgas COVID-19 kabupaten untuk mendapatkan izin menggelar pembelajaran tatap muka (PTM).

"Pembelajaran itu kabarnya sudah berlangsung satu sampai dua minggu, aturannya kalau ada PTM diminta atau tidak kan kita cek dulu, jadi kita tahu kesiapannya" ujarnya

Mendapati adanya ledakan kasus itu, pihaknya akan melaksanakan isolasi terpusat bagi 90 siswa yang dinyatakan positif corona. Saat ini Pemerintah Kabupaten Purbalingga telah menyiapkan gedung eks SMP N 3 Purbalingga sebagai tempat karantina.

"Karena ini 90 (orang) maka perlu penanganan lebih, akhirnya ya sudah kita lakukan penanganan sesuai protap, saat ini yang dianjurkan baik menurut kesehatan maupun tata laksana kejadian luar biasa adalah isolasi terpusat. Alhamdulillah kita sudah siapkan eks SMP 3 Purbalingga," ucapnya.

Namun menurutnya permasalahan muncul dari orang tua siswa, sebagian dari mereka menyampaikan penolakan. Masyarakat, menurut Hanung, keberatan jika para siswa yang positif harus menjalani isolasi terpusat.

"Kami tentu harus mencari solusi terbaik, rencana lain yang mungkin dilakukan adalah mencari tempat lain untuk isolasi. Tapi harus terpusat, tidak ada opsi isolasi mandiri di rumah," terangnya

Hanung menambahkan 90 siswa yang dinyatakan positif Corona tidak menunjukkan gejala berat. Namun untuk kehati-hatian menurutnya penanganan terbaik adalah tetap menjalankan isolasi terpusat.

"Tetap tidak ada isoman, harus isoter, 90 itu kalau tidak dilakukan pembatasan bisa membahayakan yang lain," ungkapnya

Sejumlah tempat dijadikan opsi untuk melakukan isolasi terpusat kepada siswa yang saat ini positif COVID-19. Pihaknya akan memastikan tempat yang dikehendaki orang tua siswa sesuai standar untuk digunakan sebagai tempat isolasi.

"Tadi ada opsi salah satunya gedung sekolah SMP Negeri 4 Mrebet itu sendiri, jika memang layak setelah kami cek maka akan dipertimbangkan," tutup Hanung.

Simak video 'WHO Soroti Klaster Pembelajaran Tatap Muka di Indonesia':

[Gambas:Video 20detik]



(sip/mbr)