Dokter Pelaku Penyimpangan Seks Menjijikkan di Semarang Akan Dites Kejiwaan

ADVERTISEMENT

Dokter Pelaku Penyimpangan Seks Menjijikkan di Semarang Akan Dites Kejiwaan

Ari Purnomo - detikNews
Selasa, 14 Sep 2021 13:06 WIB
ilustrasi sperma
(Foto: ilustrasi sperma/thinkstock)
Solo -

Oknum dokter di Semarang, Jawa Tengah, berinisial DP yang jadi tersangka usai mencampurkan spermanya ke makanan teman dan istri temannya akan dites kejiwaannya. Berikut ini keterangan Polda Jateng yang menangani kasus tersebut.

"Kami akan melakukan tes kejiwaan terhadap dokter, kami masih mau minta keterangan dari dokter ahli kejiwaan," ujar Kabid Humas Polda Jateng Kombes Iqbal Alqudusy kepada wartawan ditemui di Solo, Selasa (14/9/2021).

Iqbal menjelaskan keterangan resmi mengenai kondisi kejiwaan dari tersangka sesuai dengan arahan dari jaksa setelah berkas yang sudah sempat dilimpahkan dikembalikan lagi ke penyidik.

Iqbal juga menyampaikan berdasarkan keterangan dari pelaku, dia merasa puas setelah melakukan aksi yang akhirnya membuat dua korban kini trauma tersebut.

Humas Polda Jateng Kombes Iqbal Alqudusy, Solo, Selasa (14/9/2021).Humas Polda Jateng Kombes Iqbal Alqudusy, Solo, Selasa (14/9/2021). (Foto: Ari Purnomo/detikcom)

"Alasan pelaku melakukan itu (onani) dan saat klimaks memasukkan ke makanan korban, pelaku merasa puas melakukan itu," ungkapnya.

Aksi tersangka ini kata Iqbal sudah dilakukan lebih dari satu kali. Hal ini dikuatkan dari keterangan korban yang sudah menaruh curiga terhadap kondisi yang ada di dalam rumah tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang oknum dokter di Semarang berinisial DP ditetapkan sebagai tersangka terkait penyimpangan yang dilakukannya. DP melakukan onani dan memasukkan spermanya ke makanan korbannya.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 281 ayat (1) KUHP tentang Kesusilaan. DP tidak ditahan karena ancaman hukumannya di bawah 5 tahun penjara.

Dalam pasal tersebut dijelaskan barang siapa sengaja merusak dimuka umum ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan.

(sip/mbr)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT