Innalillahi...44 Guru di Klaten Wafat Terpapar Corona Selama Pandemi

Achmad Syauqi - detikNews
Senin, 30 Agu 2021 12:17 WIB
Pemberian santunan kepada keluarga guru yang meninggal karena Corona, Klaten, Senin (30/8/2021).
Pemberian santunan kepada keluarga guru yang meninggal karena Corona, Klaten, Senin (30/8/2021). (Foto: Achmad Syauqi/detikcom)
Klaten -

Pandemi virus Corona atau COVID-19 telah merenggut nyawa 44 orang guru di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Jumlah itu disebut masih merupakan data sementara.

"Data sementara yang meninggal dan sudah ada laporan ada 44 guru. Pendataan masih berjalan," kata Ketua PGRI Klaten, Sunardi, kepada detikcom, usai penyerahan santunan di gedung PGRI Jalan Dewi Sartika, Senin (30/8/2021).

Sunardi mengatakan santunan kepada keluarga guru yang wafat positif Corona diberikan sebagai bentuk kepedulian. Besaran santunan antara Rp 1-2 juta per orang.

"Santunan antara Rp 1-2 juta berbeda-beda, ada yang pengurus dan ada yang anggota biasa. Jumlah 44 orang itu yang meninggal selama pandemi," ucap Sunardi.

Seksi Bidang Kesra PGRI Klaten, Harniyanto, menambahkan puluhan guru itu berasal dari sekolah-sekolah negeri di Klaten. "Yang sakit tidak kita data, tapi yang meninggal ini semua sempat dirawat di RS. Semua yang menerima santunan guru negeri anggota PGRI," sambung Harniyanto.

Dana santunan yang diberikan kepada keluarga atau ahli waris guru itu berasal dari PGRI. Santunan itu diberikan sebagai bentuk kepedulian dan penghormatan untuk para guru.

"Dari lima kawedanan yang ada, paling banyak di Kawedanan Kota," ujar Harniyanto.

Ahli waris dari seorang guru di Klaten, Anisa, mengatakan ibunya yang merupakan guru di Kecamatan Jogonalan meninggal dunia positif Corona pada September 2020. Mendiang ibunya seharusnya akan pensiun pada tahun ini.

"Sempat dirawat lima hari di RSI akhirnya meninggal positif COVID," ungkap Anisa kepada detikcom dengan terisak.

Ahli waris lain, Maya, mengatakan kakaknya yang seorang guru meninggal dunia karena Corona setelah sempat dirawat selama sepekan.

"Tidak ada komorbid tapi mendadak sesak napas. Dirawat sepekan sebelum meninggal," kata Maya kepada detikcom.

(sip/ams)