Terpopuler Sepekan

Saat Bupati Banjarnegara Sebut Luhut Menteri Penjahit

Uje Hartono - detikNews
Minggu, 29 Agu 2021 16:42 WIB
Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono, Kamis (10/6/2021).
Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono, Kamis (10/6/2021). Foto: Uje Hartono/detikcom
Banjarnegara -

Nama Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono menjadi sorotan dalam satu pekan terakhir. Salah satunya video saat ia menyebut nama Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan dengan 'menteri penjahit'. Kini baik Budhi Sarwono maupun Luhut Binsar Pandjaitan sudah saling memaafkan.

Video berdurasi 1 menit 17 detik diunggah oleh Ferdinand Hutahaean di akun Twitter miliknya pada Senin (23/8) pukul 06.08 WIB. Dalam potongan video tersebut, Bupati Budhi Sarwono melaporkan perihal perkembangan kasus COVID-19 di Banjarnegara. Termasuk terkait bed occupancy rate (BOR) untuk pasien COVID-19 yang ada di Banjarnegara.

"Alhamdulillah Banjarnegara dulu BOR 99 persen, turunlah PPKM Darurat. Saya baca aturannya sesuai saran Pak Presiden yang langsung ditindaklanjuti oleh Menteri Dalam Negeri. Dan dilaksanakan pada waktu itu rapat sama menteri siapa itu penjahit, yang orang Batak itu, ya pak penjahit. Dilaksanakan PPKM darurat sampai sekarang PPKM level 4, level 3 ternyata dengan adanya pembagian jaring pengaman sosial ini sangat efektif dan efisien," ujar Budhi dalam potongan video tersebut.

Saat dimintai konfirmasi perihal viralnya potongan video, Budhi membenarkan jika dalam video tersebut adalah dirinya. Video itu saat pembagian jaring pengaman sosial di Desa Bawang, Kabupaten Banjarnegara, pada Sabtu (21/8).

"Itu video saat pembagian jaring pengaman sosial hari Sabtu kemarin. Tempatnya di Desa Bawang," kata Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono saat ditemui di rumah dinasnya, Senin (23/8/2021).

Ia juga meminta maaf kepada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan setelah menyebut dengan nama penjahit. Ia mengaku tidak hafal dengan nama panjang Menko Marves itu. Budhi juga mengaku tidak ada niatan untuk menghina salah satu menteri maupun salah satu marga saat menyebut nama Luhut dengan nama penjahit.

"Kepada warga dari Tapanuli yang mempunyai marga Pandjaitan, pada waktu lalu saya sebutkan penjahit, karena saya tidak hafal marga dari warga Tapanuli. Tapi sekarang saya paham dan saya tulis. Kepada warga Tapanuli saya tidak punya niat yang jelek untuk menghina siapa saja. Ini karena keterbatasan saya, kemampuan saya dan kelemahan saya," ujarnya.

Terpisah, juru bicara Menko Marves, Jodi Mahardi, menerima permintaan maaf Budhi itu. Dia mengapresiasi Budhi yang meminta maaf secara terbuka.

"Ya kalau sudah minta maaf tidak apa-apa, dimaafkan. Sekarang banyak pelaku sebar fitnah sana-sini ketika diminta membuktikan tidak bisa tetap tidak mau minta maaf. Kita apresiasi aja yang masih mau minta maaf," ujar Jodi saat dihubungi, Selasa (24/8).

Selanjutnya, Ganjar Pranowo angkat bicara...

Lihat juga Video: Beredar Video Bupati Banjarnegara Hina Gus Dur, Begini Kejadiannya

[Gambas:Video 20detik]