GP Ansor: Viral Bupati Banjarnegara Sebut Gus Dur 'Picek' Berujung Maaf

Uje Hartono - detikNews
Sabtu, 28 Agu 2021 12:51 WIB
Banjarnegara -

Video pernyataan Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono yang menyebut Abdurrahman Wahid atau Gus Dur 'picek' pada tahun 2019 kembali ramai dan viral dibicarakan di media sosial. Pemuda Ansor Banjarnegara mengungkap pernyataan Budhi saat itu juga membuat warga NU prihatin.

"Dulu pas ada video itu banyak ada warga NU, Gusdurian, kader Ansor nggak terima dan prihatin atas diksinya pak bupati. Dulu kita ngga serta-merta demo kita langsung tabayun di rumah dinas," kata Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Banjarnegara Wakhid Jumali saat dihubungi Jumat (27/8/2021) malam.

Saat itu, pemuda Ansor menyampaikan pihaknya menyayangkan diksi yang dipakai Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono kepada Gus Dur. Saat tabayun kala itu, lanjut Wakhid, Budhi mengaku salah satu yang mengagumi sosok Gus Dur.

"Yang kami sayangkan itu diksinya. Walaupun pak bupati itu katanya mengagumi Gus Dur dan tidak ada tujuan menghina. Mungkin tidak mewakili isi hati, tetapi yang disayangkan diksinya," terangnya.

Wakhid melanjutkan, saat tabayun Bupati Banjarnegara meminta maaf secara terbuka di depan Pemuda Ansor. Saat ini, ia pun mengajak warga NU, Gusdurian, Ansor dan yang lainnya agar tidak mudah terpancing.

"Secara terbuka sudah meminta maaf. Ada videonya juga. Jadi harus dimaafkan karena Gus Dur sendiri juga pemaaf. Kalau pesannya kepada Ansor, Gusdurian warga NU lainnya agar tidak terpancing. Kita kan punya budaya tabayun," pesannya.

Diberitakan sebelumnya, video ini kembali ramai dibicarakan usai diunggah akun Twitter milik @H_Safardan_ kemarin. Hingga saat ini postingan video itu mendapat beragam respons dari ratusan akun netizen.

Dalam video berdurasi 23 detik ini, Budhi Sarwono menyinggung perihal Gus Dur yang sempat menutup Departemen Penerangan dan Kementerian Sosial.

"Oh gini pak sekda, itu dinas yang lain ditutup kabeh bae. Bubarna kabeh nggo PU kabeh. Tak tandatangani saiki. Gusdur seng picek bae nutup dinas penerangan karo sosial. Apa maning wincin (Budhi Sarwono) seng matane melek. (Oh gini pak sekda, itu dinas ditutup semua aja. Bubarkan semua untuk dinas PU semua. Saya tandatangani sekarang. Gus yang matanya buta saja menutup Dinas Penerangan dan Sosial apalagi Wincin yang matanya bisa lihat)," kata Budhi dalam video tersebut.

(sip/sip)