Kemenkumham Jateng Bangun Rutan di Semarang Senilai Rp 25 Miliar

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Rabu, 25 Agu 2021 17:25 WIB
Lokasi pembangunan rumah tahanan (rutan) di Semarang senilai Rp 25 miliar, Rabu (25/8/2021).
Lokasi pembangunan rumah tahanan (rutan) di Semarang senilai Rp 25 miliar, Rabu (25/8/2021). (Foto: Istimewa)
Semarang -

Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Jawa Tengah membangun rumah tahanan (rutan) baru di Semarang senilai Rp 25 miliar. Pembangunan rutan ini disebut untuk mengurangi kelebihan kapasitas di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Kedungpane, Semarang.

Rumah Tahanan Negara Kelas I Semarang dibangun di Jalan dr Cipto, Semarang, atau di sebelah gedung Kanwil Kemenkumham Jateng. Hari ini groundbreaking mulai dilakukan.

"Mudah-mudahan di tempat yang sedang kita bangun ini menambah kapasitas bukan mengurangi kapasitas. Supaya Lapas kelas I Semarang tidak lagi berisi 1.700 orang karena sudah sesak. Jadi nanti bisa sebagian dipindahkan ke sini," kata Kepala Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah, A Yuspahruddin, dalam keterangannya, Rabu (25/8/2021).

Ia menjelaskan Lapas Kelas 1 Semarang sebenarnya berkapasitas 600 orang, namun saat ini terisi 1.700 orang.

"Isi Lapas (Semarang) sudah 1.700, dengan kapasitas cuma 600 orang. Oleh karena itu kita harus membangun, menambah kapasitas, sehingga orang tidak (berdesakan), tidak melanggar HAM," ujar Yuspahruddin.

"Ini akan bisa menampung 550 orang," imbuhnya.

Diharapkan rutan yang dibangun dengan anggaran Rp 25 miliar itu bisa membantu menampung para tahanan.

"(Anggaran pembangunan) Rp 25 miliar, itu ada di lapas, jadi dana itu ada di Lembaga Pemasyarakatan makanya komandannya Pak Kalapas dalam rangka pembangunan ini. Kegiatan di DIPA (daftar isian pelaksana anggaran) nya Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Semarang," jelasnya.

Targetnya pembangunan Rutan Semarang untuk tahap ini selesai tanggal 17 Desember 2021. Tahap pertama mencakup pembangunan blok hunian 3 lantai dengan luas total 4.560 meter persegi dan memanfaatkan lahan bekas kantor Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Semarang seluas sekitar 2 hektare.

"Pekerjaan ini harus selesai tepat waktu, tapi juga tepat mutu. Waktunya tepat, mutunya juga tepat. Tidak hanya sekadar waktunya saja namun juga mutunya," tegasnya.

"Di kota-kota besar di luar Jawa, ada (memiliki) rutan, ada lapas. Hanya di Semarang ini yang tidak punya rutan, hanya ada lapas. Jadi memang sangat sangat urgen," katanya.

(rih/sip)