Bupati Kudus Sebut Pemotongan Dana Kesehatan RSUD Inisiatif Nakes

Dian Utoro Aji - detikNews
Senin, 23 Agu 2021 13:28 WIB
Bupati Kudus HM Hartopo, Senin (23/8/2021).
Bupati Kudus HM Hartopo, Senin (23/8/2021). (Foto: Dian Utoro Aji/detikcom)
Kudus -

Polda Jawa Tengah (Jateng) mengusut informasi dugaan pemotongan dana kesehatan di RSUD dr Loekmonohadi Kabupaten Kudus. Bupati Kudus HM Hartopo pun angkat bicara terkait kasus ini.

"Kalau soal RSUD Kudus kemarin dari pimpinannya terutama Pak Direktur (Abdul Aziz Achyar) itu memberikan (penjelasan kepada saya), saya garis besar saja, sebagaimana intinya itu adalah inisiatif dari orang itu sendiri (para nakes) dari tim di situ. Bentuk tim, artinya Pak Aziz juga sendiri tidak tahu. Yang inisiatif itu dianggap baik, karena merupakan solidaritas dari teman (sesama nakes)," Bupati Kudus HM Hartopo kepada wartawan ditemui selepas acara panen raya di Desa Bulung Cangkring Kecamatan Jekulo, Senin (23/8/2021).

Dia mengatakan tidak semua tenaga kesehatan (nakes) di rumah sakit berpelat merah itu tidak mendapatkan insentif. Sehingga ada beberapa nakes yang berinisiatif dan berkomitmen bersama iuran, kemudian diberikan kepada nakes yang tidak mendapatkan insentif. Sebab, semua nakes tersebut sama-sama menangani pasien COVID-19.

"Dulu tidak masuk sistem untuk tunjangan maupun insentif tenaga kesehatan itu kan banyak sekali walaupun itu berperan penanganan pasien COVID-19. Maka dari itu, teman (nakes) di sana (di RSUD Kudus) orang ini bisa mendapatkan semua," jelas Hartopo.

"Maka yang mendapatkan insentif ini katanya ditarik, maksudnya itu dengan komitmen bersama untuk memberikan ada sedikit yang kemudian dibagi kepada teman-teman kemarin yang menangani COVID-19 tapi tidak mendapatkan insentif," sambung dia.

Hartopo pun tidak mengetahui besaran iuran para nakes tersebut. "Intinya seperti itu. Berapa besarnya saya tidak tahu, garis besarnya itu," terang Hartopo.

Diberitakan sebelumnya, Polda Jateng tengah mengusut informasi adanya pemotongan dana kesehatan di RSUD dr Loekmonohadi Kudus. Sejumlah pihak pun dimintai keterangan soal kasus ini.

"Saya membenarkan terkait adanya informasi kasus pemotongan dana kesehatan di Kudus. Saat ini tim Polda masih mengumpulkan bahan keterangan dan bukti-bukti yang cukup," terang Kabid Humas Polda Jateng Kombes Iqbal Alqudusy saat dimintai konfirmasi wartawan lewat pesan singkat, Jumat (20/8).

Direktur RSUD Kudus Abdul Aziz Achyar masih belum merespons telepon maupun pesan singkat dari wartawan. Begitu pula dengan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Badai Ismoyo yang juga belum memberikan keterangan terkait kasus ini.

(sip/ams)