Ulah Bejat Pacar Tutupi Pembunuhan Wanita Hamil di Indekos Semarang

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Minggu, 22 Agu 2021 14:53 WIB
Polisi akhirnya menangkap Agung Dwi Saputra (18) pelaku pembunuhan wanita hamil di indekos di Semarang, Jawa Tengah. Begini tampangnya.
Pelaku Pembunuhan Wanita Hamil di Indekos Semarang (Foto: Angling Adhitya Purbaya)
Semarang -

Polisi memastikan Agung Dwi Saputra (18) sebagai pelaku pembunuhan S (23) wanita hamil 8 bulan di indekos Semarang, Jawa Tengah. Polisi menyebut Agung sempat berlagak minta tolong ke tetangga indekosnya untuk mengelabui aksi pembunuhan sadis itu.

"Dia minta bantuan ke tetangga kamar, seolah-olah menyampaikan bahwa pacar dari tersangka ditemukan meninggal ketika tersangka sedang tidur, jadi menyampaikannya begitu kepada tetangga kiri kanan kos," kata Kapolrestabes Semarang, Kombes Irwan Anwar saat jumpa pers di kantornya, Minggu (22/8/2021).

Peristiwa pembunuhan itu terjadi pada Jumat (20/8) lalu pukul 10.30 WIB. Kemudian sekitar pukul 13.00 WIB tersangka mencoba meminta tolong tetangga indekosnya dengan dalih menemukan pacarnya tewas dalam kondisi mulut berbuih.

Salah satu tetangga indekosnya itu pun lalu menghubungi polisi. Dari pemeriksaan polisi, ditemukan sejumlah tanda kekerasan pada tubuh korban yang mengarah pada dugaan pembunuhan.

"Pertama diduga korban adalah mati lemas karena adanya tekanan yang kuat pada mulut. Kedua, terdapat resapan darah di kepala bagian belakang diduga akibat dibenturkan kepala korban ke benda keras atau kemungkinan dinding. Saat kejadian pelaku (juga) menginjak-injak dari dada dan perut korban," jelas Irwan.

Kepada polisi, Agung mengakui perbuatannya membunuh kekasih yang sudah setahun dipacarinya itu. Irwan menyebut pelaku bahkan sudah berkali-kali meminta korban untuk menggugurkan kandungannya hingga berjalan 8 bulan.

"Yang memicu, berulang kali korban meminta bantuan sebagian pacar untuk mengambil minum, baju, mengantar ke kamar mandi," ujar Irwan.

Sementara itu, tersangka Agung mengaku emosi karena sering dimintai tolong oleh korban. Terlebih saat itu, Agung mengaku sedang asyik memainkan ponselnya.

"Karena saya sering disuruh, meminta mengambilkan barang yang sering buat saya emosi, sering mengambil air minum, baju atau disuruh bantuin ke kamar mandi," uajar Agung.

"Waktu itu saya sedang main HP, nonton YouTube," imbuhnya.

Kini Agung dijerat dengan Pasal 338 KUHP dan 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Agung terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.

(alg/ams)