Cerita Anggota Paskibra Gunungkidul yang Kena Corona Usai Upacara HUT RI

Pradito Rida Pertana - detikNews
Sabtu, 21 Agu 2021 14:57 WIB
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak
Ilustrasi kasus Corona (Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal)
Gunungkidul -

Satu dari puluhan pasukan pengibar bendera (Paskibra) di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yang terkonfirmasi positif virus Corona atau COVID-19, inisial A (17), melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumahnya. A tinggal seorang diri di rumahnya di Kapanewon Wonosari.

"Ada (yang menawari untuk pindah ke shelter) tapi saya lebih memilih di rumah sendiri, karena di sini lebih nyaman," kata A saat dihubungi wartawan, Sabtu (21/8/2021).

A mengaku tinggal seorang diri di rumahnya. Ayahnya meninggal 2 bulan yang lalu, sementara sang ibu saat ini tengah berada Riau. Sehari-hari, A tinggal di salah satu pesantren tak jauh dari rumahnya. Nantinya setiap akhir pekan A pulang ke rumahnya.

Selama tiga hari isoman ini, A dibantu kebutuhan sehari-hari oleh warga sekitar, pihak pondok pesantren hingga purna paskibraka Indonesia (PPI).

"Kalau dari Puskesmas belum ada ke sini, soalnya baru 3 hari. Belum ada telepon juga (dari Puskesmas)," akunya.

Terpisah, Plt Kepala Disdikpora Gunungkidul Ali Ridlo mengatakan pihaknya sudah merencanakan mengunjungi puluhan anggota Paskibra yang terkonfirmasi positif Corona. Dari laporan Dinas Kesehatan terbaru, saat ini tercatat 24 orang yang terpapar virus Corona.

"Saya sudah mengagendakan, karena mau menyampaikan sekadar bantuan. Insyaallah karena bantuannya harus beli, kemungkinan Senin (23/8) akan ke rumah 24 orang yang terpapar itu," kata Ali.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Dewi Irawaty mengaku pihaknya melalui Puskesmas setempat telah melakukan kunjungan ke rumah anggota paskibra yang terpapar Corona. Termasuk ke rumah A.

"Kami dengan Dikpora selalu komunikasi. Yang di Kajar (alamat rumah A) sudah diopeni (diurus) tenanan (sungguh-sungguh), Puskesmas juga sudah ngecek, kebutuhan sudah dipenuhi termasuk vitamin," kata Dewi saat dihubungi.

"Satgas Kalurahan juga memantau dan ngopeni. Ponpes juga koordinasi dengan Dikpora, jadi sudah semua. Karena ya apa mungkin hal yang peka seperti ini Pemda diam saja," lanjut Dewi.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 23 pasukan pengibar bendera (Paskibra) di Kabupaten Gunungkidul terkonfirmasi positif Corona usai bertugas pada tanggal 17 Agustus kemarin. Saat ini 4 di antaranya menjalani perawatan di rumah sakit.

(rih/rih)