Round-Up

Siapa di Balik Serangan Selebaran 'Dipaksa Sehat di Negara Sakit' di Klaten?

Achmad Syauqi - detikNews
Rabu, 18 Agu 2021 07:38 WIB
Selebaran Dipaksa Sehat di Negara Sakit
Selebaran 'Dipaksa Sehat di Negara Sakit' di Klaten. (Foto: Achmad Syauqi/detikcom)
Klaten -

Selebaran dengan berbagai tulisan satire tertempel di sejumlah lokasi di Klaten, Jateng. Ada yang menyoal perpanjangan PPKM, ada pula yang menyindir maraknya baliho politisi. Polisi memburu penyebar selebaran gelap tersebut.

Selebaran itu setidaknya ditemukan di sejumlah lokasi di Klaten, di ataranya di traffic light, tembok dan teras warga di simpang empat GOR Gelarsena Klaten Utara, ditemukan dipasang di tembok pintu taman lampion.

Pantauan detikcom di beberapa lokasi Selasa (17/8) siang sekitar pukul 11.00 WIB, selebaran tersebut hanya berupa kertas folio. Kertas putih di-print tulisan beberapa kalimat berbeda.

Ada yang bertuliskan, '17 Agustus tahun ini temanya bertahan hidup, dipaksa sehat di negara sakit, PPKM sampai mampus'. Ada juga bertuliskan, 'COVID Belum selesai 2024 sudah mulai, fixxx ! COVID-19 syarat kampanye yang akan mengakhiri penderitaan rakyat'.

Selain itu ada pula yang kalimatnya panjang. Tulisannya berbunyi, 'Perpanjangan PPKM si kaya makin kaya si miskin makin miskin, dipaksa ngeprone gerak dikit diancam pidana'.

Warga yang biasa beraktivitas di lokasi-lokasi tersebut mengaku tidak tahu menahu. Mereka mengatakan, tiba-tiba saja suah melihat selebaran tersebut pada Selasa (17/8) kemarin. Mereka menduga, selebaran dipasang atau ditempel pada malam hari ketika kondisi sepi.

Polres Klaten segera turun tangan. Pihaknya segera mempelajari rekaman CCTV di sekitar lokasi pemasangan selebaran tersebut.

Kasat Intelkam Polres Klaten AKP Panaji Suryo Saputro mengungkapkan selebaran itu sedang dialami. Saat ditanya ada upaya pelacakan CCTV, hal itu dibenarkannya. "Ada (pelacakan CCTV). Kita ambil," ungkap Panaji kepada detikcom, Selasa (17/8).

Namun Panaji masih enggan menyebutkan detail lokasi CCTV tersebut. Apa hasilnya juga belum bersedia menjelaskan. "Ini on process," sambung Panaji singkat, Selasa (17/8).

Sedangkan Kapolsek Klaten Utara AKP Sugeng Handoko menjelaskan, setelah ada informasi selebaran itu, Polsek sudah cek lokasi. "Tadi pagi sudah kita cek lokasi tapi siapa pemasangan belum jelas," kata Sugeng kepada detikcom.

(mbr/mbr)