ADVERTISEMENT

Densus 88 Juga Tangkap-Geledah Rumah 2 Terduga Teroris Di Kendal

Saktyo Dimas R - detikNews
Jumat, 13 Agu 2021 19:17 WIB
Rumah salah seorang terduga teroris yang digeledah Densus 88 Antiteror di Kendal, Jawa Tengah, Jumat (13/8/2021)
Rumah salah seorang terduga teroris yang digeledah Densus 88 Antiteror di Kendal, Jawa Tengah, Jumat (13/8/2021) Foto: Saktyo Dimas R/detikcom
Kendal -

Tim Densus 88 Antiteror mengamankan dua orang terduga teroris di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Dua warga yang diamankan yakni BR warga Kelurahan Kebondalem, Kecamatan Kendal Kota, dan NPH warga Kelurahan Bugangin, Kecamatan Kendal Kota.

Kapolres Kendal, AKBP Yuniar Ariefianto irit bicara saat ditanya terkait penangkapan terduga teroris di wilayahnya. Yuniar menyerahkan detail penangkapan dan keterangan kepada Polda Jateng.

"Saya nggak bisa kkasih komentar mas, nanti biar Polda Jateng saja yang memberikan rilisnya," jawab Yuniar singkat saat dimintai konfirmasi, Jumat(13/8/2021).

Sementara itu, salah istri salah seorang terduga teroris yang ditangkap NPH, Nur, mengungkap suaminya ditangkap pagi tadi. Dia pun mengaku ditanya tentang keterlibatan suaminya dalam Jamaah Islamiyah.

"Saya baru tahu kalau suami saya ditangkap polisi pagi tadi. Tadi kan polisinya ke sini dan memberitahu kalau suami saya ditangkap karena terlibat jaringan Jamaah Islamiyah terus polisi lakukan penggeledahan," kata Nur saat ditemui detikcom di kediamannya.

"Saya sempat ditanya oleh petugas apa saya tahu soal Jamaah Islamiyah dan saya jawab kalau saya cuma tahu dari televisi. Kemudian mereka nanya soal keterlibatan suaminya dengan jaringan Jamaah Islamiyah dan jawab saya nggak tahu," sambung dia.

Nur menyebut petugas tanpa seragam itu menggeledah seluruh ruangan rumahnya. Barang-barang milik suaminya seperti ponsel, komputer dan buku-buku Islam turut dibawa serta.

"Pak polisinya masuk terus geledah seisi rumah termasuk kamar tidur dan kamar tempat naruh barang-barang. Mereka juga geledah barang-barang suami saya termasuk komputer. Yang dibawa itu ada buku-buku, handphone, laptop, CPU, tas gunung milik suami saya termasuk handphone saya juga," jelasnya.

Nur menyebut petugas yang mendatangi rumahnya sekitar tujuh orang. Mereka juga memintanya menyaksikan penggeledahan.

"Jumlah petugasnya ada sekitar enam sampai tujuh orang. Saya diminta untuk menyaksikan penggeledahan dan ada pak RT juga yang menyaksikan," tuturnya.

Nur menyebut suaminya sehari-hari bekerja sebagai akunpuntur. Dia menyebut penangkapan itu dilakukan saat suaminya hendak berangkat salat subuh.

"Bapak kan berangkat dulu salat subuh dan setelah itu saya. Selesai salat subuh kok saya nggak lihat bapak tapi saya pikir bapak salatnya di masjid satunya. Sampai di rumah motornya tapi hingga siang tak kunjung pulang," ungkapnya.

Tak hanya NPH, tim Densus 88 juga melakukan penangkapan di kecamatan yang sama. Pria berinisial BR ditangkap di rumahnya, sementara saat penggeledahan disaksikan istri, adiknya dan Ketua RT setempat.

Selengkapnya soal penangkapan BR...



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT