Viral Biduan di Jepara Bawa Poster 'Ngamar' Gegara PPKM, PAMMI Protes

Dian Utoro Aji - detikNews
Kamis, 12 Agu 2021 16:10 WIB
Viral biduan di Jepara bawa poster info ngamar protes PPKM.
Viral biduan di Jepara bawa poster 'info ngamar' protes PPKM (Foto: dok.Istimewa)
Jepara -

Sebuah foto biduan membawa poster bertuliskan 'info ngamar' untuk protes PPKM di Jepara, Jawa Tengah, jadi sorotan di media sosial. Persatuan Artis Musik Melayu Indonesia (PAMMI) Kabupaten Jepara pun mengecam aksi tak senonoh tersebut.

Foto yang tersebar di sejumlah media sosial itu memperlihatkan seorang perempuan memakai kaus hitam berlengan panjang dan mengenakan masker membawa sebuah poster berlatar warna putih. Wanita itu memprotes PPKM yang telah membuat mata pencahariannya sepi.

"Info Ngamar, panggungan sepi, penghasilan tipis, manganku sego kecap mas #savebiduandangdut," tulis poster yang dibawa wanita itu seperti dilihat detikcom, Kamis (12/8/2021).

Dihubungi terpisah, Ketua PAMMI Jepara, Joko Lukito, membenarkan jika foto wanita yang membawa baliho diambil di kawasan Jepara. PAMMI menyebut poster yang dibawa wanita itu telah menyinggung para biduan dan masyarakat di Jepara.

"Iya itu benar, bukan editan. Kemarin sudah saya panggil pelakunya yang membuat konten," ungkap Joko kepada wartawan ditemui di Setda Kabupaten Jepara siang ini.

Joko menyebut wanita pembawa poster 'info ngamar' itu merupakan biduan pemula di Kota Ukir. Dia menyebut wanita dan para pembuat konten itu belum tergabung dalam anggota PAMMI.

"Yang membuat konten (orang yang memfoto) itu tadi bukan penyanyi dangdut, itu (perempuan yang bawa tulisan di foto itu) dia penyanyi pemula. Yang buat konten ini bukan penyanyi, bukan musisi. Belum masuk anggota PAMMI," jelas dia.

Ketua Persatuan Artis Musik Melayu Indonesia (PAMMI) Kabupaten Jepara, Joko LukitoKetua Persatuan Artis Musik Melayu Indonesia (PAMMI) Kabupaten Jepara, Joko Lukito. Foto: Dian Utoro Aji/detikcom

Pembuat Konten Minta Maaf ke PAMMI

Joko menyebut pertemuan dengan biduan dan para pembuat konten tersebut dilakukan pada Senin (9/8) lalu. Kepada Joko, para pembuat konten sudah menyampaikan permintaan maaf.

"Kemarin sudah minta maaf, tapi ini tidak cukup minta maaf. Ini foto yang membuat konten saya panggil, kemarin tiga hari lalu di kafe," jelas Joko.

Saat dimintai keterangan, para pembuat konten menyebut kata 'ngamar' itu bukan bermaksud kata tidak senonoh. Namun memiliki arti mengumpulkan recehan.

"Intinya kami minta klarifikasi maksud arti ngamar itu apa, bagi yang tahu tidak usah dikasih penjelasan. Bagi orang awam, penyanyi Jepara selama pandemi ini ada PPKM bisa diajak ngamar," ungkap Joko.

"Sudah kami panggil semua, akhirnya kita tanyakan, memang di sana dijabarkan masalah kata ngamar itu artinya ngumpulke receh (mengumpulkan uang receh). Itu asumsi dia, kalau masyarakat asumsinya penyanyi setelah setelah ada PPKM begitu. Ini pada tidak terima," lanjut dia.

Joko pun menuntut masalah ini diselesaikan dengan pihak berwajib. Joko meminta agar para pelaku meminta maaf kepada publik, kepada biduan dan masyarakat Kabupaten Jepara.

"Belum selesai, saya sudah ngomong sama polisi, harus menyampaikan ke publik harus minta maaf ke PAMMI dan kepada masyarakat," ujar Joko.

"Tuntutannya mau ke polres, ya dimediasi sama pak polisi," pungkasnya.

Tonton Video: Viral Aksi Protes PPKM Pakai Baju Pengantin Ala Lutfi Agizal

[Gambas:Video 20detik]



(ams/rih)