Ini Posisi PNS yang Ditawarkan JS kepada 52 Korban Hingga Raup Rp 5 M

Ari Purnomo - detikNews
Rabu, 11 Agu 2021 15:16 WIB
Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setiawan saat pers rilis di Mapolres Sukoharjo, Selasa (10/8/2021).
JS, membelakangi kamera. (Foto: dok, Polres Sukoharjo)
Sukoharjo -

Tersangka JS, mengaku bisa memasukkan korbannya menjadi CPNS di beberapa posisi. Di antaranya di BNN, BPN, KPPN, Kemenhub, Kemenag dan Kejaksaan dalam waktu 1 tahun.

"Itu (posisi) yang terungkap dari pengakuan tersangka, dulunya dia punya channel di BKN tetapi sekarang sudah meninggal," ujar Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setiawan saat dihubungi detikcom, Rabu (11/8/2021).

Kepada para calon korbannya, tersangka yang juga mantan kepala desa itu menjanjikan bisa memasukkannya menjadi PNS melalui jalur politik atau jalur khusus dengan membayar uang. Dengan iming-iming tersebut, para korbannya yang berjumlah 52 orang rela membayar rata-rata Rp 75 juta kepada tersangka.

"Rata-rata para korban ini membayar kepada tersangka melalui saudara Dul Gani yang merupakan pelapor sebesar Rp 75 juta," kata Wahyu.

Uang tersebut, lanjut Kapolres, sudah habis tidak tersisa setelah digunakan tersangka untuk berbagai keperluan, termasuk untuk kepentingan politik saat maju di Pilkada Magetan serta mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI.

"Jadi uangnya ini sudah habis, tersangka menggunakannya untuk maju Pilkada dan Pileg. Tapi semuanya tidak ada yang jadi," ucapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, JS ditangkap Jajaran Polres Sukoharjo di rumah kontrakannya di Perum Sapphire Residence Beji, Kabupaten Pemalang. Selain mengamankan tersangka, polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa puluhan kuitansi pembayaran.

Dalam kuitansi tersebut di antaranya tercatat jumlah pembayaran antara Rp 50 juta hingga Rp 835 juta dengan total mencapai Rp 5,181 miliar.

Pelaku mengakui atas perbuatannya tersebut selanjutnya pelaku di bawa ke Polres Sukoharjo guna proses lebih lanjut. Tersangka dijerat dengan pasal 378 KUHP dan atau pasal 372 KUHP.

Simak juga 'Ombudsman Buka Posko Pengaduan Seleksi CPNS, Sila Adukan Keberatan':

[Gambas:Video 20detik]



(mbr/mbr)