ADVERTISEMENT

PDIP Jelaskan Arti 'Kepak Sayap Kebhinnekaan' di Baliho Puan

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Jumat, 06 Agu 2021 21:39 WIB
Baliho dan billboard Puan Maharani di Kota Solo, Rabu (4/8/2021).
Baliho dan billboard Puan Maharani di Kota Solo, Rabu (4/8/2021). Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom

Bambang Pacul juga menyebut pemasangan billboard dan baliho berawal dari keputusan yang disepakati dalam rapat fraksi PDI Perjuangan di DPR RI.

"Ini keputusan fraksi. Ngobrolnya (rapat) di lantai 7 DPR RI. Semula dari spontanitas anggota (fraksi) kemudian dikoordinir pimpinan fraksi. Supaya punya dampak, pemasangannya harus serentak," katanya.

"Ada kebebasan berpendapat di PDI Perjuangan ketika sudah ngobrol di lantai 7, bebas. Ide gila pun dibiarkan. Juni saat Bulan Bung Karno, kan kita punya cucu Presiden yang jadi Ketua DPR RI, kok nggak kita angkat ini," imbuh Pacul.

Ia menambahkan pemasangan billboard dan baliho Puan Maharani sebagai bentuk ekspresi kegembiraan karena Puan adalah perempuan pertama yang menjadi Ketua DPR dari 23 Ketua DPR dalam sejarah RI. Menurut dia, usulan tersebut juga sudah disampaikan ke Ketua DPR RI Puan Maharani.

"Mbak Puan ketawa-ketawa saja," ujarnya.


(rih/mbr)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT