PDIP Jelaskan Arti 'Kepak Sayap Kebhinnekaan' di Baliho Puan

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Jumat, 06 Agu 2021 21:39 WIB
Baliho dan billboard Puan Maharani di Kota Solo, Rabu (4/8/2021).
Baliho dan billboard Puan Maharani di Kota Solo, Rabu (4/8/2021). Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom
Semarang -

'Kepak Sayap Kebhinnekaan' menjadi tagline di baliho dan billboard bergambar foto Ketua DPR RI yang juga Ketua DPP PDIP, Puan Maharani, yang tersebar di banyak tempat. PDIP menjelaskan apa maksud dari kalimat itu.

Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Pemenangan Pemilu, Bambang Wuryanto atau yang kerap disapa Bambang Pacul, menjelaskan 'kepak sayap' diasosiasikan sebagai burung yang memiliki kerja sama di sayap kanan dan kirinya.

"Burung yang terbang pasti ada kerja sama sayap kiri dan kanan, kepaknya berirama. Seandainya burung garuda, di sana ada Bhinneka Tunggal Ika. Kebhinnekaan maknanya persatuan. Kita terdiri dari berbagai suku bangsa, bagaimana kebhinnekaan hidup dengan kerja sama," kata Bambang dalam keterangan yang diterima detikcom, Jumat (6/8/2021).

Soal kritikan pemasangan baliho serentak di masa pandemi, Bambang menjelaskan banyak juga yang berisi sosialisasi penanganan COVID-19.

"Ada yang tulisannya 'Jaga Iman, Jaga Imun'. Jaga iman mengarah ke Ketuhanan, jaga imun mengarah ke ikhtiar manusia. Jadi ada dua track nih. Kembali lagi yang namanya melawan COVID-19 bisa dilakukan dengan kebersamaan. Di bawah isu Kepak Sayap Kebhinnekaan, menangani COVID-19 harus bersama-sama," tandasnya.

Bambang Pacul menjelaskan billboard lantas dipasang anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI di daerah pemilihan (dapil) masing-masing. Beberapa dapil di mana PDI Perjuangan tidak memiliki kursi DPR RI, billboard dipasang oleh DPD dan anggota fraksi setempat.

"Yaitu di Sumbar I, Sumbar II, Aceh I, Aceh II, Gorontalo, dan NTB 2 dipasang oleh DPD dan Fraksi PDI Perjuangan setempat. Berapa total jumlah yang dipasang belum ada laporan, karena setiap anggota dewan tidak dibatasi harus pasang sekian. Ini pembiayaannya gotong royong," ujarnya.

Rencananya baliho tersebut akan dipasang selama dua bulan yaitu tanggal 15 Juli hingga 15 September 2021. Namun tidak menutup kemungkinan dipasang tiga bulan.

"Sebab di lapangan ada (penyewaan billboard) yang tidak mau memberi diskon biaya, tapi diberi tambahan waktu pemasangan," jelasnya.

Soal anggapan pemasangan baliho Puan Maharani sebagai persiapan Pilpres 2024, Bambang mempersilakan siapapun untuk memiliki persepsi, karena menurutnya hal yang pasti adalah soal capres dan cawapres merupakan kewenangan ketua umum PDIP.

"Ini lebih ke internal. Soal capres dan cawapres clear kewenangan Ketua Umum. Dibilang (persiapan) 2024, persepsi orang siapa yang melarang? Pikiran dan perasaan tidak bisa dipenjara. Mau dibilang mau nyapres monggo, mau sebagai bentuk kegembiraan sebagai Ketua DPR RI perempuan pertama ya monggo," tegasnya.

Simak juga video 'Hensat Nilai Baliho Puan Bisa Soal Suksesi Ketum PDIP':

[Gambas:Video 20detik]



Selengkapnya di halaman selanjutnya...