3 Pernikahan di Boyolali Ditunda Gegara Mempelai Kena Corona

Ragil Ajiyanto - detikNews
Jumat, 06 Agu 2021 16:36 WIB
Ilustrasi cincin pernikahan
Ilustrasi pernikahan (Foto: Shutterstock)
Boyolali -

Tiga pernikahan di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah terpaksa ditunda selama masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) ini. Hal ini karena mempelai terkonfirmasi positif terpapar virus Corona atau COVID-19 dari hasil swab antigen.

"Selama PPKM sudah ada tiga penundaan pernikahan karena ada mempelai yang terkonfirmasi positif (COVID)," kata Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, Kementerian Agama (Kemenag) Boyolali, Tukirin kepada wartawan, Jumat (6/8/2021).

Tukirin mengatakan aturan pernikahan disesuaikan dengan kebijakan masing-masing daerah. Termasuk syarat melakukan swab antigen bagi kedua mempelai, wali nikah dan dua saksi.

Tukirin menyebut selama PPKM pada 3-20 Juli 2021 lalu, pendaftaran pernikahan online sempat ditutup. Kemudian dibuka kembali pada 21 Juli 2021.

"Aturan masih sama, pernikahan wajib di KUA dan harus berkoordinasi dengan Satgas Kecamatan setempat untuk meminimalisir potensi kerumunan," ujar dia.

Diwawancara terpisah Kepala KUA Teras, Boyolali, Mahmuduzzaman, menyebut selama pandemi Corona ini warga yang hendak menggelar pernikahan cukup tinggi. Selama Juli 2021, tercatat ada 47 pernikahan di KUA.

Sementara hingga awal Agustus ini, sudah ada 11 pasangan yang mengajukan pernikahan. Namun tiga di antaranya terpaksa ditunda karena beberapa alasan.

"Dari 11 pasangan yang mengajukan pernikahan itu, ada tiga yang menunda," ungkapnya.

Mahmud menyebut ketiga pernikahan itu ditunda karena ada yang belum selesai masa idah, hamil, maupun positif COVID. Bagi calon pengantin yang hamil, diminta menunda hingga anaknya lahir.

"Setelah mempelai sembuh ternyata gantian orang tuanya yang positif COVID, ditunda lagi," jelasnya.

Selain itu, ada juga alasan ditunda karena salah satu pihak pengantin membatalkan pernikahan karena masalah pribadi. Ketiga mempelai pengantin ini menunda pernikahan hingga syarat pernikahan terpenuhi.

Mahmud menegaskan, selama PPKM ini pernikahan wajib dilaksanakan di KUA dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat. Dia menjelaskan pendaftaran nikah bisa dilakukan online melalui simkahweb.

KUA juga memfasilitasi pasangan pengantin dengan memberikan panduan pendaftaran online. Baru setelahnya, dokumen persyaratan nikah harus dilampirkan.

Selain itu, calon pengantin wajib melampirkan bukti imunisasi, serta swab antigen yang berlaku 1x24 jam untuk calon pengantin, wali, dan dua saksi. Sedangkan syarat vaksinasi COVID-19 bagi mempelai tidak diwajibkan.

(ams/sip)