Ulah Operator Kafe Karaoke di Kudus: Listrik Diputus, Nekat Pakai Genset

Dian Utoro Aji - detikNews
Jumat, 06 Agu 2021 11:29 WIB
Petugas menunjukkan meteran listrik yang disita dari kafe karaoke
Petugas menunjukkan meteran listrik yang disita dari kafe karaoke. (Foto: Dian Utoro Aji/detikcom)
Kudus -

Sebanyak sembilan kafe di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, ditindak Satpol PP selama PPKM Level 4. Sebanyak 12 meteran listrik dari sembilan lokasi kafe karaoke tersebut pun disita Satpol PP Kabupaten Kudus.

"Itu di Kudus kan tidak boleh, sampai PPKM Darurat sampai Level 4 masih ada yang nekat. Ini kesempatan harus tutup, listrik kan cabut. Rohnya kegiatannya listrik, kita matikan akhirnya berhenti," kata Kepala Satpol PP Kabupaten Kudus, Djati Solechah, kepada wartawan saat ditemui di kantornya, Jumat (6/8/2021).

"Total ada sembilan (kafe), delapan kafe dicabut meterannya, satu diputus sambungannya (listriknya karema jaringan listrik menyatu dengan toko lain). Yang disita ada 12 meteran listrik karena di lokasi ada yang terdapat dua meteran listrik," sambungnya.

Djati mengatakan sembilan kafe tersebut melanggar Perda No 10 Tahun 2015 dan Inmendagri No 15 Tahun 2021. Dia mengatakan petugas akan mengembalikan meteran listrik jika pemilik usaha mengalihkan usaha ke sektor lain.

Hingga kini ada dua pengelola kafe yang meminta meteran listrik, namun disyaratkan untuk alih usaha terlebih dahulu. "Kalau dia punya hak listrik mau dihidupkan boleh dengan alih usaha. Dengan dicabutnya listrik harapannya berhenti, cuma ini kita pantauan," jelas Djati.

"Ada dua kafe yang listriknya minta dihidupkan dengan pernyataan akan alih usaha. Waktu mutus tim kita rapatkan. Satu buat ruko di (Jalan) Ronggolawe dan sama di Bacin untuk alih usaha buat toko biasa," sambung dia.

Djati menjelaskan meskipun meteran listrik disita petugas, namun masih ada yang buka. Disebutkan banyak kafe karaoke yang menggunakan mesin genset untuk menghidupkan listrik.

"Nekat operasional diesel (genset), sementara kita biarkan dulu (tim kasih waktu). Nanti kita akan tindak," ungkapnya.

Djati menambahkan hingga kini sudah ada 416 pelanggaran selama PPKM Darurat maupun PPKM Level 4. Terdiri dari sektor rumah makan, mal, kafe, hingga pabrik. Ada 324 tindakan yang ditegur dan 121 ditutup oleh petugas.

(mbr/sip)