Luhut: Bulan Agustus Vaksinasi 72 Juta Penduduk Indonesia

Andika Tarmy - detikNews
Kamis, 05 Agu 2021 16:58 WIB
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan bersama Menkes Budi Gunadi Sadikin di Sragen, Kamis (5/8/2021).
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan bersama Menkes Budi Gunadi Sadikin di Sragen, Kamis (5/8/2021). Foto: Andika Tarmy/detikcom
Sragen -

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menargetkan melakukan vaksinasi COVID-19 kepada 72 juta penduduk Indonesia dalam bulan Agustus ini. Dari jumlah tersebut, 35 juta di antaranya penduduk pulau Jawa.

Hal tersebut disampaikan Luhut, di sela kunjungannya ke Sragen, Jawa Tengah. Didampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Luhut meninjau pasien isolasi terpusat di gedung Technopark, serta meninjau pelaksanaan vaksinasi di Desa Krebet, Masaran.

"Bulan ini kita mau vaksin 72 juta seluruh Indonesia. Jadi di Jawa mungkin 35 juta (vaksinasi)," ujar Luhut kepada wartawan, Kamis (5/8/2021).

Luhut menyebut, untuk Solo Raya, pemerintah menargetkan 75 persen penduduknya sudah divaksin akhir bulan ini. Untuk mewujudkan target tersebut, pemerintah siap menambah gelontoran vaksin.

"Solo Raya kita mau supaya 75 persen (tervaksin) sampai akhir bulan ini. Seperti di Sragen, kita (bicara) dengan Ibu Bupati, kita mau 15 ribu (vaksin) sehari, lebih juga siap. (Jumlahnya) Terserah Pak Menteri Kesehatan vaksinnya tambah, akan kita dorong," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Luhut juga menyinggung sulitnya mencapai herd immunity dengan vaksin yang rerata efikasinya 60 persen. Menurutnya, pengendalian pandemi bisa dicapai dengan kombinasi vaksin, 3T dan 3M.

"Sekarang inikan dengan vaksin, jangan salah nangkap ya, dengan vaksin yang efikasinya rata-rata 60 persen kan agak sulit mencapai untuk herd immunity," kata dia.

"Jadi oleh ahli-ahli kita, bersepakat kita capai itu adalah bagaimana mengendalikan dengan tiga hal. Satu tadi dengan vaksin, kedua 3T (testing, tracing, treatment). Ketiga dengan 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak). Jadi kalau ini kita bisa mengelola dengan baik, kita relatif akan bisa mengendalikan ini," imbuhnya.

Ditemui dalam kesempatan sama, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati optimistis mampu mencapai target 15 ribu vaksinasi per hari. Jika hal tersebut terwujud, maka herd immunity di Sragen akan segera tercapai.

"Kami di satu puskesmas ada empat tim, satu tim bisa jalan ke satu desa, satu desa bisa 500 orang selesai sehari. Untuk 208 desa dan kelurahan, 15 ribu (vaksin) ya kalau sehari kecil," ujarnya.

Untuk menggenjot percepatan vaksinasi, Yuni akan melibatkan tenaga kesehatan (nakes) dari swasta. Dengan asumsi 15 ribu vaksinasi per hari, pihaknya optimis herd immunity di Sragen tercapai dalam 50 hari.

"Kalau kita misalkan 14 ribu atau 15 ribu (vaksin), paling 50 kali pengiriman bisa sampai di angka herd immunity yang targetnya 700 ribu jumlah penduduk. Kalau (vaksinnya) datang betul ya serentak kita gotong royong, insyaallah selesai," pungkasnya.

(rih/ams)