Kebangetan! SMPN di Blora Jual 1 Set Kain Seragam Sekolah Rp 800 Ribu

Febrian Chandra - detikNews
Kamis, 05 Agu 2021 16:33 WIB
Contoh satu set kain seragam sekolah Rp 800 ribu
Contoh satu set kain seragam sekolah Rp 800 ribu. (Foto: Febrian Chandra/detikcom)
Blora -

Dewan Pendidikan Kabupaten Blora mendapatkan temuan adanya sekolah SMP Negeri di Kecamatan Tunjungan, Blora menjual kain seragam sekolah seharga Rp 800 ribu untuk satu set. Ketua Dewan Pendidikan Blora Singgih Hartono menyebut bahkan ada beberapa sekolah yang menjual lebih dari Rp 800 ribu.

"Ada temuan di salah satu sekolah yang menjual satu set kain baju di harga Rp 800 ribu. Ini kurang tepat di situasi rakyat terhempit masalah ekonomi akibat dampak dari COVID-19 namun sekolah malah berjualan baju yang harganya di atas harga umum," kata Singgih saat dihubungi detikcom, Kamis (05/08/2021).

Singgih mengungkap ada juga sekolah yang menjual seragam sekolah seharga Rp 1 juta. Satu set kain seragam ini terdiri dari seragam OSIS, pramuka, dan batik beserta atribut sekolah.

"Itu kalau orang tua wali murid beli di luar harganya tidak sampai segitu. Paling mentok Rp 500 ribu sudah dapat lengkap, itu mereka sudah mendapat kualitas yang bagus," terangnya.

Pihak Dewan Pendidikan Blora pun langsung menyurati pihak sekolah terkait temuan itu. Pihak berdalih pembelian baju seragam itu tidak diwajibkan.

"Kita berlogika sajalah. Pasti dengan kondisi keterpaksaan setiap orang tua akan mau mengikuti aturan itu. Mereka para orang tua juga akan berpikir jika menolak, bagaimana nanti nasib anaknya di sekolah," tuturnya.

Singgih meminta agar harga satu set seragam itu diturunkan. Sehingga bila ada transaksi pembayaran, pihak sekolah wajib mengembalikan kepada orang tua murid.

"Penyeragaman baju sekolah itu bagus. Namun tidak boleh jika siswa-siswi ini dijadikan objek atau lahan bisnis," cetus dia.

Singgih menyebut total ada 243 siswa baru yang masuk ke SMPN tersebut. Dari jumlah itu sekitar 21 orang yang tidak membeli seragam.

"Bahasanya tidak memaksa. Kenyataannya di sekolah SMPN di Tunjungan dari pengakuan kepala sekolahnya terdapat 243 siswa baru. Yang sudah membeli seragam 222 orang, kurang 21 orang yang belum membeli seragam," ungkapnya.

"Praktik-praktik penjualan seragam ini secara tidak langsung dengan keterpaksaan orang tua murid akan melakukan. Namun tanpa disadari pihak sekolah, orang tua murid keberatan dengan harga segitu. Terlebih pembelian seragam ini orang tua murid tidak diberi kuitansi," sambung Singgih.

Disdik Sebut Sekolah Tidak Memaksa

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, Hendi Purnomo, mengatakan pihaknya sudah memanggil pihak-pihak terkait. Dalam klarifikasi itu, menurut Hendi pihak sekolah tidak memaksa orang tua murid untuk membeli seragam.

"Memang di sekolah ada toko sekolah yang menyediakan alat alat sekolah termasuk seragam sekolah. Itu permintaan dari orang tua, agar tidak kesulitan untuk membeli seragam. Namun tidak ada paksaan untuk membeli seragam," kata Hendi saat dimintai konfirmasi.

Hendi menyebut harga tersebut tergantung dari jumlah seragam sekolah yang dibeli. Dia menyebut harga Rp 800 ribu bukan untuk satu seragam.

"Orang tua juga dibolehkan jika hanya membeli satu setel baju saja, semisal baju OSIS saja. Sekolah tidak pernah memaksakan orang tua murid untuk membeli satu set lengkap kain baju seharga Rp 800 ribu itu," terangnya.

Simak juga 'Mekanisme Penerimaan Lanjutan Bantuan Kuota Data Internet':

[Gambas:Video 20detik]



(ams/sip)