RS Darurat COVID Asrama Haji Donohudan Ditargetkan Rampung 5 Agustus

Ari Purnomo - detikNews
Selasa, 03 Agu 2021 11:58 WIB
Pekerja merampungkan proyek RS Darurat Corona di asrama haji Donohudan, Boyolali, Selasa (3/8/2021).,
Pekerja merampungkan proyek RS Darurat Corona di asrama haji Donohudan, Boyolali, Selasa (27/7/2021). (Foto: Ari Purnomo/detikcom)
Solo -

Proyek pembangunan Rumah sakit (RS) Darurat untuk pasien virus Corona atau COVID-19 di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah diperkirakan baru akan selesai Kamis (5/8). Pembangunan RS Darurat Donohudan itu saat ini disebut sudah mencapai 90 persen.

"Saat ini masih finishing pemasangan instalasi dan kalibrasi semoga tanggal 5 (Agustus) sudah bisa selesai," ujar Danrem 074/Warastratama Solo, Kolonel Inf Deddy Suryadi kepada detikcom, Selasa (3/8/2021).

Alat kesehatan (alkes) untuk RS tersebut juga telah tiba di Donohudan. "Sudah tiba semua, (pengecekan) nanti sekalian pas pembukaan, nanti di-backup dulu dari provinsi dan Dinkes Solo sambil jalan kita penuhi," tuturnya.

Meski begitu, Deddy belum bisa memastikan kapan RS Darurat ini akan mulai beroperasi. Mengingat untuk pembukaan rumah sakit ini masih harus berkoordinasi dengan Kemenkes.

"Nanti kami koordinasi, karena semua alkesnya dari Kemenkes," ungkapnya.

RS Darurat Donohudan memiliki daya tampung sebanyak 352 bed, terdiri dari 40 bed ruang perawatan di lantai 1 (VIP), ruang HCU sebanyak 8 bed di lantai 1 blok A-E, 152 ruang perawatan di lantai 2 blok A-E dan 152 ruang perawatan di lantai 3 blok A-E.

Meski akan ada RD Darurat, lokasi isolasi terpusat di asrama haji Donohudan tetap akan beroperasi. Hingga saat ini total ada 356 pasien yang menjalani isolasi di Donohudan. Sedangkan untuk total kapasitas tempat isolasi sebanyak 684 tempat tidur.

Diberitakan sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau pembangunan RS darurat di Asrama Haji Donohudan, Boyolali pada Selasa (27/7). Melihat progres pengerjaan yang saat itu sudah mencapai lebih dari 40 persen, Basuki optimistis RS darurat tersebut akan beroperasi sesuai target yakni awal Agustus.

"Ini ada 125 pekerja, mudah-mudahan on schedule tanggal 31 Juli selesai semua, alat kesehatan (alkes) masuk tanggal 2 (Agustus) bisa beroperasi," ujar Basuki kepada wartawan di Donohudan, Selasa (27/7) siang.

Basuki menyampaikan rumah sakit radurat ini akan merawat para pasien COVID-19 yang bergejala ringan sampai sedang.

"Ini untuk Solo Raya, Semarang juga sudah ada sendiri di gedung Diklat Pemda. Nanti pasien yang bergejala ringan sampai sedang, makanya ada HCU," ucapnya.

(sip/mbr)