Akun IG SAR Klaten Tak Lagi Upload Data Pemakaman COVID, Ada Apa?

Achmad Syauqi - detikNews
Senin, 02 Agu 2021 17:12 WIB
Postingan terakhir di akun Instagram SAR Kabupaten Klaten.
Postingan terakhir di akun Instagram SAR Kabupaten Klaten (Foto: Tangkapan layar)
Klaten -

Akun Instagram (IG) SAR Kabupaten Klaten, @sarkabklaten, tidak lagi upload data pemulasaraan dan pemakaman jenazah dengan protokol COVID-19. Sudah sepekan lebih tidak ada update data jumlah jenazah yang ditangani.

Pantauan detikcom di akun Instagram @sarkabklaten, postingan terakhir jumlah pemulasaraan dan pemakaman jenazah pada Jumat (23/7). Pada postingan terakhir itu jumlah pemulasaraan sebanyak 65 orang.

Dalam postingan terakhir tersebut ditanggapi 48 kali tidak ada komentar. Postingan berlatar warna hitam dengan tulisan warna kuning.

Wakil Komandan Bidang Organisasi SAR Klaten, Sasongko Agung Wibowo, mengatakan tidak diunggahnya data jumlah jenazah yang ditangani bukan karena suatu hal serius. Data tidak di-upload karena untuk menjaga imunitas masyarakat.

"Bukan apa-apa, cuma berkaitan dengan imun masyarakat. Jika melihat jumlah yang dimakamkan dikhawatirkan masyarakat justru resah dan imun lemah," kata Agung saat dimintai konfirmasi, Senin (2/8/2021).

Agung yang juga koordinator Posko Dukungan Satgas Percepatan Pengendalian COVID-19 Kabupaten Klaten itu menyebutkan, tidak ada yang melarang atau larangan mengunggah data pemulasaraan dan pemakaman jenazah dengan protokol COVID-19. Masyarakat masih bisa mengakses tapi tidak di media sosial.

"Masyarakat yang ingin tahu boleh kok dan bisa datang ke Posko. Kita jelaskan, data yang kita tangani karena semua jenazah dari Klaten atau luar masuk ke posko," jelas Agung.

Diwawancara terpisah, salah satu warga Klaten, Anto, mengaku aktif mengikuti akun Instagram SAR Klaten. Dalam sepekan ini, dia tidak mendapati unggahan data pemulasaraan dan pemakaman kasus COVID-19 di akun tersebut.

"Iya sudah sekitar seminggu tidak diunggah di Instagram. Biasanya rutin setiap sore hari," kata Anto.

Anto mengatakan setiap hari rutin memantau postingan di akun SAR. Sebab menurutnya, akun tersebut adalah satu-satunya yang menampilkan data jumlah warga meninggal per hari.

"Hanya akun SAR yang menampilkan. Selain SAR memang ada akun Satgas COVID-19 tapi berbeda data karena hanya yang meninggal, bukan total yang ditangani secara COVID," imbuhnya.

(rih/sip)