Sekjen DPN ISRI Cahyo Gani Saputro Meninggal Positif Corona

Andika Tarmy - detikNews
Sabtu, 31 Jul 2021 09:46 WIB
Ilustrasi karangan bunga
Foto: Ilustrasi (Tim Infografis)
Karanganyar -

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia (ISRI), Cahyo Gani Saputro (37), meninggal dunia pada Sabtu (31/7) sekitar pukul 01.00 WIB. Cahyo meninggal saat menjalani perawatan di RSUD Karanganyar, usai dinyatakan positif terpapar virus Corona atau COVID-19.

"Beliau meninggal tadi malam pukul 01.00 WIB di RSUD Karanganyar. Beliau tinggalnya di Jakarta, kebetulan ada pekerjaan di Semarang. Kena COVID-nya di situ," ujar Sekretaris DPC ISRI Solo, Setyo Puji, saat dihubungi detikcom, Sabtu (31/7/2021).

Setyo menyebut, di Semarang Cahyo sempat merasakan gejala sehingga langsung berinisiatif melakukan tes COVID-19. Usai hasilnya positif, Cahyo sempat menjalani isolasi mandiri di rumah orang tuanya di Colomadu, Karanganyar.

"Sempat dibawa ke tempat isolasi terpusat, namun kondisinya terus menurun. Sekitar tiga hari yang lalu akhirnya dirujuk ke RSUD Karanganyar. Saat dirujuk itu kondisinya saturasinya sudah anjlok, sempat di angka 77," jelasnya.

Setyo dan kawan-kawan sempat berusaha mencarikan donor plasma konvalesen untuk Cahyo. Namun belum sempat mendapatkan donor yang cocok, Cahyo dikabarkan meninggal dunia, Sabtu dini hari tadi.

"Sebelum meninggal memang kondisinya memburuk, saturasi anjlok. Masuk RSUD itu jalan tiga langkah saja tidak kuat," kata dia.

Setyo mengenang Cahyo sebagai sosok militan. Tidak hanya di ISRI, Cahyo dikenal aktif di berbagai organisasi nasionalis.

"Mas Cahyo ini cukup militan. Mayoritas di lingkup nasional itu yang membentuk cabang-cabang ISRI adalah saudara Cahyo ini. Selain di ISRI beliau dulu di GMNI Solo, aktif juga di DPP KNPI, Pemuda Demokrat, banyak organisasi yang berbau nasionalis beliau aktif di sana," ungkapnya.

Cahyo juga dikenal sebagai pribadi yang peduli dengan rekan-rekan terutama juniornya. Sikapnya yang egaliter membuat banyak rekan merasa kehilangan.

"Peduli sekali dengan relasi terutama adik-adiknya di organisasi. Dia sangat egaliter begitu ya. Semua dihargai, tidak kemudian senioritas begitu. Itu yang kemudian menjadi banyak yang merasa kehilangan sosok beliau," kenang Setyo.

Cahyo meninggal dalam usia 37 tahun, meninggalkan seorang istri dan dua orang anak. Rencananya Cahyo dimakamkan di pemakaman Kepoh, Colomadu, Sabtu (31/7) pukul 09.00 WIB.

"Rencana dimakamkan jam 9.00 WIB. Pemakamannya dengan protokol kesehatan. Untuk teman-teman yang ingin melayat sudah ada yang menyiapkan via Zoom," pungkasnya.

(rih/rih)