Round-Up

6 Fakta di Balik Viral Acara Pisah Sambut Kapolres Rembang Langgar PPKM

Arif Syaefudin - detikNews
Jumat, 30 Jul 2021 09:33 WIB
Pendopo Museum RA Kartini Rembang
Pendopo Museum RA Kartini Rembang. (Foto: Arif Syaefudin/detikcom)
Rembang -

Pemkab Rembang menggelar acara pisah sambut Kapolres Rembang, di Pendopo Museum RA Kartini Rembang, Rabu (28/7) malam. Acara tersebut menjadi viral di media sosial karena disebut digelar hingga laut malam dan melanggar batas PPKM Level 4. Sejumlah fakta muncul dalam serangkaian viralnya acara tersebut.

1. Digelar Pemkab Rembang

Bupati Rembang Abdul Hafidz menjelaskan, acara pisah sambut tersebut digelar oleh Pemkab Rembang. Tujuannya adalah menyambut Kapolres baru dan mengucap terima kasih kepada Kapolres lama.

"Jadi tadi malam itu kami dari Pemkab mengadakan pisah sambut, menyambut kedatangan kapolres baru, dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada pak Kapolres lama," papar Bupati Rembang Abdul Hafidz kepada detikcom, Kamis (29/7).


2. Pisah sambut Kapolres jadi acara tradisi Pemkab

Kabag Prokompim Setda Rembang, Arief Dwi Sulistya menjelaskan, acara tersebut merupakan tradisi adat di Rembang ketika terjadi pergantian pejabat Kapolres Rembang.

"Acara itu memang digelar karena sudah menjadi adat disini, pisah sambut itu diselenggarakan. Untuk menyambut kapolres yang baru dan melepas yang lama," terang Arief.


3. Acara direkam warga hingga menjadi viral

Saat acara berlangsung, terdapat warga yang merekam suasana acara tersebut. Hingga akhirnya terdapat 3 video yang tersebar di media sosial, baik di pesan jejaring WhatsApp maupun Facebook.

Ada 3 video masing-masing berdurasi 30 menit. Video pertama direkam oleh seorang wanita, diketahui dari suaranya yang terdengar selama video tersebut. Merekam suasana Pendopo Museum RA Kartini, Rembang.

"Ini jam 20.30 guys, terpantau di pendopo Kabupaten Rembang, masih ramai. Acara baru dimulai, oke. Acara hampir jam 9 malam, sedangkan rakyat cari makan susah guys. Di Alun-alun semua outlet, semua toko, wajib jam 8 malam sudah tutup. Tapi ini di pendopo masih ramai," ucap sang perekam video tersebut.

Di video kedua, terdengar suara seorang pria sembari merekam sambil mengucap umpatannya karena geram adanya pelaksanaan kegiatan tersebut yang justru mengundang para tamu dan dilaksanakan malam hari.

"Nah ini betul teman-teman, ini pada melaksanakan acara apa itu namanya, pisah sambut. T** *** entah apa ini. Nah, kalau kita sedang hajatan gak boleh, di sini boleh teman-teman," paparnya.

Sementara di video ketiga, masih dengan suara pria yang sama merekam sejumlah orang yang menghadiri acara tersebut. Terdengar pula alunan musik dalam acara tersebut. "Nah ini teman-teman, ini gak berkerumun, tapi menggerombol. Ini yang jadi panutan," ucapnya.

Video-video itu pun tersebar di pesan jejaring WhatsApp. Demikian juga di Facebook, menuai banyak komentar dari para netizen yang mengungkapkan kegeraman atas pelaksanaan acara tersebut.

"Hajatan ra oleh, dodolan dibatesi jam 8, dalan ditutupi, lha iki sing ngobyaki kok gawe acara neng Pendopo.. wis embooh karepem. Nak aku dicekel tulung angsuranku open donasi yo lurr (hajatan dilarang, jualan dibatasi hingga pukul 8 malam, jalan ditutup, lha ini yang biasa melarang-larang malah bikin acara di pendapa... ah sudahlah... terserah kalian saja. Kalau saya ditangkap, tolong angsuranku open donasi ya guys)," tulis akun Facebook, Widodoagung Mulyadi.

Selanjutnya: Polres ralat pernyataan hingga beda-beda keterangan perihal acara

Simak Video: Pisah Sambut Kapolres Rembang Disebut Langgar Jam Malam, Ini Kata Bupati

[Gambas:Video 20detik]