Kabar Gembira Lur! Tiap Desa di DIY Kebagian Rp 50 Juta dari Danais

Heri Susanto - detikNews
Kamis, 29 Jul 2021 15:56 WIB
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X  dan pimpinan DPRD DIY di Kompleks Kepatihan, Kantor Gubernur DIY, Kamis (29/7/2021).
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dan pimpinan DPRD DIY di Kompleks Kepatihan, Kantor Gubernur DIY (Foto: Heri Susanto/detikcom)
Yogyakarta -

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan DPRD DIY sepakat mengalokasikan Rp 50 juta dari Dana Keistimewaan (Danais) untuk tiap desa. Duit tersebut dialokasikan untuk penanganan COVID-19.

"Danais kami mencoba mendesain menangani COVID-19 Rp 50 juta, tapi saya minta RP 50 juta untuk penanganan ini sudah harus jelas satuan untuk penanganannya. Karena di desa sudah ada APBN dan APBDesa," kata Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X usai rapat bersama pimpinan DPRD DIY di Kompleks Kepatihan, Kantor Gubernur DIY, Kamis (29/72021).

Sultan menyebut anggaran Rp 50 juta ini, diserahkan pengelolannya ke masing-masing desa. Dia berpesan, pemanfaatan Danais Rp 50 juta di tiap desa di DIY ini berbeda dengan pemanfaatan dari APBN dan APBDesa.

"Jangan nanti ora jelas. Jadi pertanggungjawabannya berbeda, penggunannya pun tidak sama," jelas Sultan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Kadarmanta Baskara Aji menambahkan, saat ini dari anggaran APBD DIY untuk penanggulangan COVID sebesar Rp 326 miliar, sudah terserap sebesar Rp 140,9 miliar atau 41 persen. Aji menargetkan bantuan sosial (bansos) stimulan untuk koperasi di DIY bisa dicairkan mulai pekan depan.

"Minggu ini data selesai. Minggu depan, mudah-mudahan sudah bisa dicairkan terutama untuk koperasi," jelas Aji.

Aji mengatakan penyaluran dana bansos bagi warga terdampak pandemi tengah didata masing-masing OPD di DIY. Di antaranya Dinas Sosial (Dinsos), Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), dan OPD lain yang berhubungan dengan masyarakat.

"Harapannya untuk bansos bisa dipercepat dicairkan. Tapi, memang kendala utama pencairan ini adalah data. Skema (bansos) sudah ada," kata Aji yang mengaku tak hafal skema bansos untuk masyarakat lain.

(ams/mbr)