Mantap Lur! Ada Jasa Isi Ulang Oksigen Gratis di Kota Pekalongan

Robby Bernardi - detikNews
Kamis, 29 Jul 2021 14:06 WIB
Aksi isi ulang oksigen gratis di Kota Pekalongan
Aksi isi ulang oksigen gratis di Kota Pekalongan (Foto: Robby Bernardi/detikcom)
Pekalongan -

Aksi sosial para pemuda di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, ini patut diacungi jempol. Mereka menyediakan isi ulang oksigen dengan cuma-cuma alias gratis.

Para pemuda yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Amanah (Gema) dan Dapur Peduli ini juga meminjamkan tabung oksigen berukuran 1 meter kubik. Para warga yang datang mengantre isi ulang oksigen ini pun tak hanya dari Pekalongan tapi juga dari Batang, Kendal, Kabupaten Pekalongan dan Pemalang.

"Awalnya aksi sosial biasa, namun seiring perjalanan waktu ternyata oksigen belakangan ini menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar lagi. Saya mulai aksi peduli oksigen ini sejak 8 Juli," kata Koordinator Dapur Peduli, Hamid Alkaff, saat ditemui detikcom di Jalan Agus Salim, Kota Pekalongan, Kamis (29/7/2021).

Terhitung sejak Kamis (8/7) lalu, aksi para pemuda ini telah menyalurkan 2.100 kubik oksigen ke warga. Bantuan tabung oksigen ditujukan bagi warga yang isolasi mandiri di rumahnya masing-masing, maupun warga yang sakit dan membutuhkan oksigen.

"Gratis, yang penting syaratnya menunjukkan foto KTP pasien dan bukti PCR atau swab antigen, atau bukti saturasi bisa juga," jelasnya.

Selain penyedia oksigen gratis untuk warga yang membutuhkan, Hamid mengaku juga meminjamkan puluhan tabung oksigen lengkap beserta alat saturasi oksigen. Aksi sosial yang semula swadaya ini akhirnya memantik warga lainnya yang peduli untuk ikut berdonasi.

"Alhamdulillah ada donasi dan Komunitas Pekalongan Tanggap yang bisa menutup semua," terang Hamid Alkaff.

Setiap hari sekitar pukul 11.00 WIB sudah terlihat antrean warga yang ingin isi ulang oksigen. Mereka rata-rata membawa tabung oksigen berukuran satu meter kubik, satu orang membawa sekitar satu sampai tiga tabung.

Salah satunya, Khozin (52), warga Denasri, Kabupaten Batang, yang mengaku sudah beberapa kali datang ke lokasi. Setiap datang ia membawa dua tabung oksigen ukuran 1 meter kubik.

"Ya alhamdulillah banget ada sumbangan seperti ini. Saya sudah beberapa kali datang ke sini. Ini untuk istri saya. Istri saya sudah dua minggu isolasi mandiri di rumah," kata Khozin.

Khozin mengaku tertolong dengan aksi para pemuda di Kota Pekalongan ini. Dia pun berharap ada aksi serupa di daerahnya.

"Sangat amat membantu saya. Coba lihat, antreannya tidak saja saya, yang kaya-kaya bawa mobil pun ikut mengantre. Ini berarti apa? Oksigen dibutuhkan warga, namun sulit ditemukan di pasaran. Yang kata pun belum tentu bisa mendapatkannya," ujarnya.

"Saya berharap di kabupaten Batang, ada aksi seperti ini, agar warganya bisa memenuhi kebutuhan oksigen untuk keluarganya yang tengah sakit di rumah," imbuhnya.

(ams/rih)