Maunya Laporkan Mantan Suami ke Polisi, Wanita Ini Malah Ditahan

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Kamis, 29 Jul 2021 10:37 WIB
ilustrasi penjara
Ilustrasi penjara (Foto: Andi Saputra)

Oleh sebab itu Elmiai melakukan pengaduan ke Polda Jateng dan Kejati Jateng untuk meminta keadilan. Aduan ke Polda Jateng sudah dilakukan sejak pelaporan terhadap Elmiai dilakukan, kemudian berlanjut ke Kejati.

"Surat aduan sudah kami serahkan kepada Kapolda Jateng, Dir Reskrimum Polda Jateng, Kabidkum Polda Jateng, Irwasda Polda Jateng, Kabid Propam Polda Jateng pada tanggal 17 Juni 2021, selain surat tersebut di atas kami juga mengirim surat kepada Asisten Pengawas Kejaksaan Tinggi Jateng dan Asisten Tindak Pidana Umum Kejaksaan Tinggi Jateng pada tanggal 26 Juli 2021," terang Mahendra.

"Dalam isi surat menegaskan, Elmiai Iteh memohon dan mencari keadilan, perlindungan hukum dan kepastian hukum kepada Kapolda Jateng, Kejati Jateng dan apabila hal tersebut tidak juga mendapatkan tanggapan maka akan disampaikan Kepada Kapolri, DPR RI bagian Komisi tiga dan Presiden Republik Indonesia," imbuhnya.

Sementara itu Kasatreskrim Polres Purbalingga AKP Gorbachev mengatakan penanganan kasus tersebut sudah sesuai porsedur mulai dari adanya pengaduan hingga laporan. Upaya restorative justice sudah dilakukan namun pemanggilan terhadap Elmiai tidak dipenuhi.

"Sejak awal kami sudah upayakan restorative justice. Pemanggilan lewat surat fisik hingga melalui WA sudah dilakukan. Beberapa kali dipanggil tidak datang," kata Gorbachev lewat sambungan telepon, Kamis (29/7/2021).

Kepolisian juga sudah memeriksa saksi-saksi dan mengumpulkan bukti. Ia menegaskan penanganan dilakukan sesuai prosedur.

"Kita sudah melakukan sesuai prosedur. P-19 sudah kita kembalikan ke kejaksaan, sekarang kita menunggu hasilnya," tandasnya.

Kedua belah pihak sebenarnya sudah sempat bertemu pasca pemanggilan yang tidak kunjung dihadiri Elmiai. Namun belum juga ada titik temu dan penanganannya sehingga berujung penahanan. Namun Gorbachev menegaskan masih membuka pintu restorative justice karena kedua belah pihak pernah berkeluarga.

"Selama penanganan masih di Polres kami tetap membuka pintu selebar-lebarnya agar bisa terwujud restorative justice pada perkara tersebut," tegasnya.


(rih/mbr)