Salut! Komunitas di Sukoharjo Ini Layani Isi Oksigen Bayar Seikhlasnya

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Rabu, 28 Jul 2021 15:03 WIB
Komunitas Sumringah di Sukoharjo sediakan layanan isi tabung oksigen bayar seikhlasnya
Komunitas Sumringah di Sukoharjo sediakan layanan isi tabung oksigen bayar seikhlasnya (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Sukoharjo -

Kebutuhan oksigen yang meningkat selama pandemi virus Corona atau COVID-19 membuat harganya melambung tinggi dalam beberapa waktu terakhir. Namun sebuah komunitas di Sukoharjo, Jawa Tengah, justru melayani pengisian oksigen dengan bayar secara sukarela.

Mereka adalah komunitas Sumringah yang bermarkas di Jalan Solo-Sukoharjo, Kaliwingko, Grogol, Sukoharjo. Kelompok yang beranggotakan 15 orang ini sudah lama aktif di bidang sosial.

Ketua Sumringah, Fakhry Tiwu Lindung, mengatakan komunitasnya biasa berbagi makanan untuk pondok pesantren, masjid dan kaum duafa. Sedangkan layanan pengisian oksigen ini baru dilakukan sekitar dua pekan lalu.

"Selama PPKM kita juga membagikan makanan di jalan. Karena melihat banyak masyarakat kesulitan mencari oksigen, kita niatkan untuk membantu," kata Fakhry saat dijumpai di markas Sumringah, Rabu (28/7/2021).

Layanan oksigen bayar seikhlasnya ini dibuka sebelum pukul 09.00 WIB. Tabung yang terkumpul kemudian dibawa ke tempat pengisian oksigen yang merupakan mitra mereka. Tabung oksigen bisa kembali diambil pukul 13.00 WIB.

"Kita hanya melayani untuk tabung ukuran kecil 1 meter kubik. Kalau yang besar kita hanya melayani untuk darurat saja, untuk pasien yang saturasi oksigennya sudah 60 ke bawah," ujar dia.

Untuk diketahui, harga normal isi ulang tabung oksigen 1 meter kubik yakni kisaran Rp 30 ribu, tetapi kini bisa melambung sampai lima kali lipat. Namun Fakhry mengaku tidak pernah menghitung jumlah uang yang terkumpul dari pengisian oksigen.

"Setiap hari kita batasi 50-60 tabung saja. Silakan bayar masukkan ke kaleng. Kita nggak pernah menghitung dapatnya berapa. Ini nanti kita putar lagi untuk isi ulang tabung," kata Fakhry.

Dia mengatakan akan terus membuka layanan ini selama kondisi penjualan oksigen belum normal. Dia juga berharap agar pandemi COVID-19 bisa segera berlalu.

(ams/rih)