Kematian Isoman COVID Tinggi, Rusunawa di Kulon Progo Disulap Jadi Shelter

Jalu Rahman Dewantara - detikNews
Minggu, 25 Jul 2021 13:19 WIB
Rusunawa di Giripeni, Wates. Kulon Progo disulap jadi shelter isolasi terpusat
Rusunawa di Giripeni, Wates. Kulon Progo disulap jadi shelter isolasi terpusat (Foto: Jalu Rahman Dewantara/detikcom)
Kulon Progo -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan menjadikan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di Kalurahan Giripeni, Wates, sebagai shelter terpusat bagi pasien positif virus Corona atau COVID-19. Hal ini dilakukan karena kasus kematian pasien Corona yang tengah menjalani isolasi mandiri (isoman) melonjak.

"Berdasarkan hasil rapat dengan provinsi dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman kemarin, kita diminta untuk memperhatikan penanganan warga yang isoman. Karena ternyata di seluruh Indonesia khususnya Jawa-Bali yang diberlakukan PPKM level, banyak yang meninggal ketika isoman. Maka selain menangani yang di rumah sakit, juga memperhatikan isoman, salah satunya dengan menyediakan shelter terpusat di rusunawa Giripeni ini," ujar Sutedjo, di sela peninjauan Rusunawa Giripeni, bersama jajaran Forkopimda setempat, Minggu (25/7/2021).

Sutedjo mengatakan Rusunawa Giripeni dipilih sebagai shelter terpusat karena memiliki kapasitas 96 kamar dan setiap kamarnya terdapat dua bed, sehingga tempat ini dapat menampung sampai dengan 190 orang. Di rusunawa ini juga sudah tersedia aliran listrik dan air untuk mencukupi kebutuhan para pasien selama menjalani karantina.

"Secara fisik (bangunan) siap dan jumlahnya (kamar) memadai," ujarnya.

Dalam operasionalnya nanti, pasien COVID di rusunawa ini akan diawasi oleh relawan dan tenaga kesehatan. Mereka bakal berjaga selama 24 jam untuk memastikan pasien dalam kondisi baik.

Untuk kebutuham logistik pasien, nantinya akan disuplai oleh Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Anak setempat. Fasilitas kesehatan sederhana seperti infus, pengukur tekanan darah, hingga oksigen juga akan tersedia di shelter ini.

"Pada intinya shelter terpusat ini sudah kami siapkan, tinggal nanti operasionalnya saja," ucap Sutedjo.

Kasus Kematian Isoman Corona di Kulon Progo Tinggi

Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo, Sri Budi Utami mengatakan shelter terpusat di Rusunawa Giripeni nantinya diperuntukkan bagi pasien COVID-19 yang mengalami gejala ringan sampai dengan sedang. Nantinya, puskesmas dikerahkan untuk mendata pasien isoman yang layak ditempatkan di shelter sesuai dengan kriteria tersebut.

"Nanti akan kita pilih (pasien) mana yang masuk kriteria (gejala ringan dan sedang) untuk dibawa ke sini," ucap perempuan yang akrab disapa Budi di lokasi yang sama.

Budi mengatakan penyediaan shleter terpusat sangat penting untuk menekan jumlah kasus kematian pasien COVID-19 yang menjalani isoman di Kulon Progo. Ia menyebut kasus kematian pasien isoman cukup tinggi, per harinya ada sekitar 4-5 kasus meninggal.

"Bahkan kami hitung dalam 10 hari sejak 12-21 Juli kemarin ada 73 yang meninggal dunia saat isoman. Rata-rata karena punya komorbid, lansia, dan ada juga yang memang belum pernah divaksin," jelasnya.

Sementara itu merujuk data Satgas COVID-19 Kulon Progo, akumulasi kasus Corona per Sabtu (24/7) mencapai 14.649. Dari jumlah tersebut sebanyak 9.407 kasus di antaranya telah dinyatakan selesai isolasi, dan 537 sembuh. Adapun yang masih menjalani isolasi di rumah sakit sebanyak 271 dan isolasi mandiri 4.170 kasus, sedangkan kasus meninggal dunia sebanyak 264.

(ams/ams)