Kasus Keluarga Pasien Ngamuk di RS Ambarawa Lukai 2 Perawat Berakhir Damai

Akbar Hari Mukti - detikNews
Sabtu, 24 Jul 2021 16:25 WIB
Keterangan pers RS dr Gunawan Mangunkusumo, Ambarawa
Keterangan pers RS dr Gunawan Mangunkusumo, Ambarawa. (Foto: Akbar Hari Mukti/detikcom)
Kabupaten Semarang -

Keributan antara keluarga pasien dengan perawat terjadi di Rumah Sakit dr Gunawan Mangunkusumo, Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jumat (23/7). Pihak rumah sakit memutuskan memaafkan pelaku dan tak ambil jalur hukum.

"Terkait kegaduhan yang terjadi di Rumah Sakit Ambarawa kemarin, kami sepakat untuk memaafkan pelaku dan tak mengambil jalur hukum," jelas Kepala Bagian Tata Usaha Rumah Sakit dr Gunawan Mangunkusumo Ambarawa, Ganti Sumiyati Wahyuningsih, dalam keterangan pers di lokasi rumah sakit, Sabtu (24/7/2021).

Ganti mengatakan pihak rumah sakit dan pelaku telah dimediasi kepolisian. Dari mediasi tersebut, kedua pihak sepakat berdamai. "Kami mendapatkan fasilitas dari Polsek Ambarawa untuk mediasi. Dari mediasi itu kami sepakat berdamai dan tak mengambil jalur hukum," ungkapnya.

Dia menjelaskan, alasan pihak rumah sakit memaafkan pelaku dikarenakan alasan kekeluargaan. Pihak rumah sakit bersyukur tak ada yang mengalami cedera serius usai keributan yang terjadi.

"Kami berpikir secara panjang karena alasan kekeluargaan. Kami juga bersyukur dalam kejadian kemarin tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan, perawat yang terkena gunting juga saat ini baik-baik saja tak mengalami luka serius," ungkapnya.

Terkait gunting yang digunakan pelaku, Ganti menegaskan bahwa itu gunting milik rumah sakit. Gunting itu sebelumnya digunakan oleh sekuriti rumah sakit untuk bekerja.

"Memang gunting tersebut milik rumah sakit, digunakan sekuriti untuk bekerja memotong dan menempelkan label tabung pasien. Gunting itu setelah digunakan kemudian lupa dibawa oleh sekuriti sehingga langsung diambil pelaku," ujar dia.

Senada, Kepala Bidang Hukum dan politik Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Semarang, Purwadi mengatakan pihaknya juga tak mengambil jalur hukum kepada pelaku. Ia menilai tak ada unsur penyerangan yang dilakukan pelaku ke pihak perawat rumah sakit.

"Kami menilai tak ada unsur penyerangan yang terjadi. Perawat yang terluka karena berusaha mengambil gunting yang dibawa pelaku," ujarnya di lokasi.

Meski mengaku prihatin, ia mengaku memahami emosi pelaku yang tak terima anggota keluarganya meninggal dan pemulasarannya secara protokol COVID-19.

"Kami memahami emosi pelaku yang tak terima anggota keluarganya meninggal dan pemulasarannya secara protokol COVID-19," jelasnya.

Lihat Video: Keluarga Pasien COVID Ngamuk di RS Ambarawa, Perawat Luka Kena Gunting

[Gambas:Video 20detik]



(mbr/mbr)