Varian Delta Masuk DIY, Dinkes: Sudah Ada Temuan di Gunungkidul

Pradito Rida Pertana - detikNews
Senin, 19 Jul 2021 17:50 WIB
Corona Viruses against Dark Background
Ilustrasi kasus virus Corona atau COVID-19 (Foto: Getty Images/loops7)
Gunungkidul -

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X menyebut virus Corona atau COVID-19 varian Delta telah masuk di DIY. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunungkidul mengaku sudah ada temuan tersebut di wilayahnya.

"Yang pasti sudah ada (varian Delta) di Gunungkidul," kata Kepala Dinkes Gunungkidul Dewi Irawaty melalui pesan singkat kepada detikcom, Senin (19/7/2021).

Kendati demikian, Dewi tidak memerinci ada berapa kasus varian Delta di Gunungkidul. Begitu pula terkait sebaran varian Delta di Gunungkidul, Dewi juga belum memaparkannya.

"Tidak bisa diperkirakan. Kan hanya sampel yang diperiksa," ujarnya.

Dewi mengaku munculnya varian Delta di Gunungkidul karena mobilitas masyarakat yang terbilang masih tinggi. Untuk itu, Dewi meminta masyarakat disiplin dalam memakai masker, muncuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas (5M).

"Dengan mobilitas masyarakat yang tinggi, (varian delta) bisa ada di mana saja," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X memastikan varian Delta telah masuk di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Varian yang berasal dari India ini menjadi salah satu penyebab kenaikan pesat kasus positif Corona di DIY.

"Hasil whole genome sequencing (WGS) SARS-COV-2 menggunakan metode amplican-based dari spesimen COVID-19 yang dilaksanakan Laboratorium WGS Pokja Genetik FK-UGM dengan 25 sampel bulan Juni dan Juli, 20 orang terpapar varian Delta, 11 kasus dewasa dan 9 kasus," kata Sultan melalui keterangan tertulis, Sabtu (17/7).

Sultan mengatakan uji pengetesan ini dilakukan pada tanggal 5 Juli 2021. Selanjutnya, hasil pengetesan dilaporkan oleh Dekan FK-KMK Universitas Gadjah Mada kepada Menteri Kesehatan Republik Indonesia pada tanggal 10 Juli 2021.

"Adapun Pemda DIY menerima laporan dan rekomendasi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada tanggal 14 Juli 2021," kata Sultan.

(rih/ams)