Polda Jateng Bongkar Penyelundupan 1 Kg Sabu Senilai Rp 1,3 M dari Malaysia

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Senin, 19 Jul 2021 13:31 WIB
Konferensi pers kasus paket 1 kg sabu di Polda Jateng, Senin (19/7/2021).
Konferensi pers kasus paket 1 kg sabu di Polda Jateng, Senin (19/7/2021). (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Semarang -

Polisi mengungkap penyelundupan 1 kg sabu melalui paket dari Malaysia melalui Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jawa Tengah tujuan ke Jawa Timur. Seorang wanita penjual ikan diamankan saat mengambil paket tersebut di Jawa Timur.

Dirresnarkoba Polda Jateng Kombes Lutfi Martadian mengatakan kedatangan paket dari dari Malaysia itu terendus di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, pada 8 Juli 2021. Tim bea cukai dan polisi mencurigai paket yang berukuran besar itu.

"Dari hasil profiling ditemukan barang mencurigakan. Bea cukai kerja sama dengan kami turun langsung apakah benar narkotika jenis sabu. Tes di lapangan benar, barang tersebut narkotika. Kami konsolidasi dan lakukan langkah penyelidikan melalui pengiriman yang diawasi atau control delivery," kata Lutfi kepada wartawan di kantornya, Senin (19/7/2021).

Barang tersebut datang dari Malaysia dan bertujuan ke Dusun Rjing Tengah, Desa Bleben, Kecamatan Batu Marmar, Kabupaten Pamekasan, Provinsi Jawa Timur. Paket itu berisi hanger pakaian, wajan, hingga kipas gantung. Sebanyak 13 paket sabu itu disembunyikan dalam kipas tersebut dan di dalamnya diberi lapisan kertas karbon.

"Barang dikemas paket ekspedisi dus isinya bermacam-macam. Barang rumah tangga dan di dalamnya kami temukan alat berupa kipas angin yang dimodifikasi, dan buka kipas tersebut ada bungkusan 13 dengan berbagai macam. Setelah ditimbang dan sebelumnya lakukan tes, kita buka bungkusan yang dilapisi kertas karbon, mungkin untuk kelabui x-ray," ujar Lutfi.

"Beratnya total 1.002,21 gram," imbuhnya.

Nama pengirim dan penerima paket itu ditulis dengan nama yang sama yakni inisial SF yang belakangan diketahui nama aslinya berinisial N. Sedangkan pengambil paket sabu di kantor ekspedisi itu adalah Wiwik Farida Fasha (32) warga Sokobanah, Sampang, Jawa Timur. Wiwik mengambil paket itu atas perintah N.

"Seorang perempuan menerima barang dan tandatangan penerimaan, kemudian kita tangkap. Kita bawa ke Polres Pamekasan," jelasnya.

"Ini ibu rumah tangga, pekerjaannya penjual ikan," sambung Lutfi.

Kepolisian saat ini masih memburu N dan memasukkannya dalam daftar pencarian orang (DPO). Sedangkan Wiwik dijerat pasal 112 ayat (2) UU RI no 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup.

"Kami melakukan pengejaran terhadap jaringan, SF ini yang ternyata namanya N sudah melarikan diri dan terbitkan surat DPO. W kemungkinan dengan N masih kerabat, yang jelas punya hubungan dekat," ucap dia.

Diwawancara terpisah, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Iqbal Alqudusy mengungkap nilai dari 1 kg sabu yang diamankan polisi kali ini mencapai Rp 1,3 miliar.

"Per gram di Semarang Rp 1,3 juta. Kalau di-Rupiahkan 1 kg, Rp 1,3 miliar. Polri telah menyelamatkan 2.000 sampai dengan 3.000 orang , manakala pemakaian antara paketan, 1/4 gram sampai dengan 1/2 gram," urai Iqbal.

Lihat juga video 'Penampakan 7,2 Ton Kokain Hendak Diselundupkan ke Eropa':

[Gambas:Video 20detik]



(sip/ams)