PPKM Darurat

Menko PMK: Upaya Pemerintah Mubazir Jika Masyarakat Tak Batasi Mobilitas

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Jumat, 16 Jul 2021 18:51 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy mengecek penanganan ibu hamil positif Corona di RSKIA Bandung
Menko PMK Muhadjir Effendy di RSKIA Bandung. (Foto: Dony Indra Ramadhan)
Sleman -

Menko PMK Muhadjir Effendy menyebut upaya pemerintah dalam menangani COVID-19 akan mubazir jika masyarakat tidak membatasi mobilitas. Seperti diketahui, saat ini kasus positif Corona di Indonesia masih tinggi meski ada PPKM Darurat.

"Jadi apapun upaya pemerintah akan mubazir kalau masyarakat tidak sadar-sadar bahwa prokes untuk membatasi mobilitas yang betul-betul terukur dengan baik itu satu-satunya pilihan sekarang," kata Muhadjir saat meninjau Hotel University Club UGM, Sleman, DIY, yang dijadikan shelter pasien Corona, Jumat (16/7/2021).

"Dan itulah Presiden selalu mewanti-wanti pokoknya protokol kesehatan harus ditegakkan," tambahnya.

Tokoh Muhammadiyah itu mengatakan meski ada kebijakan PPKM Darurat atau kebijakan serupa lainnya, jika masyarakat masih abai maka penanganan COVID-19 akan sulit.

"Ini apapun namanya entah PPKM darurat atau PPKM super darurat, selama masyarakat tidak mau kompromi untuk menahan diri terhadap keinginan untuk melanggar atau tidak mematuhi protokol kesehatan, tidak menyadari bahwa protokol kesehatan itu adalah nadi yang paling utama dalam menangani COVID-19 ya tidak akan berhasil," ungkapnya.

Oleh karena itu, ia ingin menumbuhkan kesadaran masyarakat agar tetap patuh protokol kesehatan melalui pendekatan yang lebih natural.

"Pendekatan koersif itu penting tapi bukan segala-galanya dan itu bukan pendekatan yang natural. Pendekatan yang natural itu ya kesadaran masyarakat," jelasnya.

"Nah sekarang makanya mendorong masyarakat semakin menyadari, paling tidak memakai masker dan maskernya harus dobel karena ini tingkat ancamannya semakin ganas," pungkasnya.

Simak juga video 'Menko PMK Sebut RI dalam Status Darurat Militer!':

[Gambas:Video 20detik]



(rih/mbr)