Tempat Tidur Pasien Corona di RSPA Boyolali Hari Ini Masih Penuh

Ragil Ajiyanto - detikNews
Jumat, 16 Jul 2021 18:36 WIB
Direktur RSUD Pandan Arang Boyolali, Siti Nur Rokhmah Hidayati, Jumat (16/7/2021).
Direktur RSUD Pandan Arang Boyolali, Siti Nur Rokhmah Hidayati, Jumat (16/7/2021). (Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom)
Boyolali -

Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur pasien Corona atau COVID-19, di RSUD Pandan Arang (RSPA) Boyolali, Jawa Tengah hari ini masih penuh. Namun demikian antrean pasien masuk ke bangsal perawatan maupun ke IGD disebut sudah mulai lancar.

"Kalau melihat kasusnya ini kita sudah mulai lumayan lancar. Mudah-mudahan ini pertanda mulai menurun juga (kasus COVID-19 di Boyolali). Tapi memang masih penuh, BOR kita masih penuh, karena memang rujukan (rumah sakit COVID-19)," kata Direktur RSUD Pandan Arang (RSPA) Boyolali, Siti Nur Rokhmah Hidayati, kepada wartawan ditemui di gedung DPRD Boyolali, Jumat (16/7/2021).

Nur Rokhmah menyebut seluruh bangsal untuk perawatan pasien Corona di RSPA hari ini masih penuh. Kemudian untuk Brotowali 2 atau Rumah Sakit Darurat (RSD) terisi 26 pasien. RSD COVID-19 yang menempati Rusunawa di Keluharan Kemiri, Kecamatan Mojosongo, Boyolali itu memiliki kapasitas 72 tempat tidur.

"Brotowali 2 tetap dipakai. Brotowali 2 dari kapasitas 72, terisi 26 (pasien)," jelas Nur Rokhmah.

Sedangkan untuk Brotowali 3 atau tempat isolasi terpusat pasien Corona yang menempati gedung PGRI Singkil, Desa Karanggeneng, Kecamatan Boyolali Kota, sampai hari ini masih kosong. Belum ada pasien COVID-19 yang masuk ke gedung tersebut.

"Kalau Brotowali 3 itu kan tempat isolasi terpusat Kabupaten Boyolali dan harapan kami nggak terisi dan alhamdulillah sampai saat ini (hari ini) belum terisi juga," ujar dia.

Untuk diketahui, tempat isolasi terpusat Brotowali 3 itu mulai dioperasionalkan Selasa (13/7) lalu.

Terkait dengan ketersediaan oksigen, Nur Rokhmah, menyatakan masih mencukupi. Tadi pagi oksigen baik yang liquid maupun tabung terisi penuh.

"Tadi pagi terisi penuh, insyaallah aman. Kapasitas (oksigen) kita 3 ton," tandasnya.

Sementara itu pertambahan kasus baru Corona di Boyolali, berdasarkan update kasus baru COVID-19 yang ditayangkan di situs resmi Dinas Kesehatan Boyolali, dinkes.boyolali.go.id beberapa hari ini mengalami penurunan.

Pada Kamis (15/7) pertambahan kasus baru di angka 300-an. Sedangkan update hari ini, Jumat (16/7), pukul 14.12 WIB, terdapat tambahan kasus baru Corona di Boyolali sebanyak 249. Kasus aktif sebanyak 3.347 terdiri 349 dirawat dan 2.298 menjalani isolasi mandiri.

Untuk pasien yang selesai menjalani isolasi atau dinyatakan sembuh hari ini sebanyak 510. Disebutkan pula, hari ini terdapat 11 kasus kematian akibat COVID-19, sehingga total yang meninggal dunia sejumlah 772 atau angka kematian 4,2 persen.

(sip/ams)