Naik Nyaris 2 Kali Lipat! Puluhan Warga Sleman Meninggal Saat Isoman

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Sabtu, 10 Jul 2021 14:50 WIB
Pemakaman jenazah COVID-19 di Kabupaten Pekalongan
Pemakaman jenazah COVID-19 di Kabupaten Pekalongan (Foto: Robby Bernardi/detikcom)
Sleman -

Kasus orang meninggal saat isolasi mandiri (isoman) di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Juli ini mencatat kenaikan nyaris dua kali lipat dibandingkan Juni lalu. Sejak awal Juli ini tercatat sekitar 70 warga yang meninggal saat menjalani isoman.

"Ya hampir 70-an lah (selama Juli), 70-80 datanya yang meninggal di rumah," kata Koordinator Posko Dekontaminasi COVID-19 BPBD Sleman, Vincentius Lilik Resmiyanto saat dihubungi wartawan, Sabtu (10/7/2021).

Lilik menyebut jumlah ini melonjak drastis dibandingkan Juni lalu. Dari data Posko Dekontaminasi BPBD Sleman pada bulan Juni ada 39 orang yang meninggal saat isoman.

Lilik menyebut, rata-rata kasus meninggal saat isoman karena menurunnya saturasi oksigen. Sementara masyarakat tidak memiliki tabung oksigen dan kesulitan saat mencari rumah sakit sehingga tak tertangani. Selain itu, kata Lilik, rata-rata yang meninggal sudah berusia lanjut dan memiliki komorbid.

"Iya saturasi (oksigen) turun terus ada komorbidnya. Biasanya tanpa gejala tapi komorbid, cari rumah sakit susah lalu isoman di rumah. Kebanyakan seperti itu," ungkap Lilik.

Lilik menambahkan untuk proses pemakaman dengan protokol COVID-19 selama bulan Juli jumlahnya sudah ratusan. Bulan ini saja pihaknya sudah memakamkan lebih dari seratus kasus meninggal dengan protokol kesehatan.

"Ya 150-an lah, bisa hampir 200-an (pemakaman dengan protokol COVID-19). Kalau total hingga tanggal 9 Juli sudah 1.270 dari April 2020 dulu yang tercatat di data kami di posko," pungkasnya.

Simak juga Video: BOR di Atas 90 Persen, Pemkab Sleman Siagakan RS Darurat COVID-19

[Gambas:Video 20detik]



(ams/ams)