ADVERTISEMENT

Pemkot Solo Minta 400 Tabung Oksigen untuk GOR Manahan, Ganjar Bilang Begini

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Selasa, 06 Jul 2021 16:48 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat berada di RSUD dr Tjitrowardojo Purworejo, Kamis (1/7/2021).
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat berada di RSUD dr Tjitrowardojo, Purworejo, Kamis (1/7/2021). Foto: Rinto Heksantoro/detikcom
Semarang -

Pemkot Solo mengajukan permintaan pasokan 400 tabung oksigen kepada PT Samator Gas Industri untuk penyelesaian proyek GOR Manahan. Apa respons Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo?

"Jadi keputusan dari Menko Marinvest kemarin mau percepatan atau respons untuk memenuhi kebutuhan oksigen di Indonesia, tidak hanya Jawa Tengah. Dihitung-hitung dari pusat itu kebutuhan cukup tinggi dengan asumsi terjadi kenaikan jumlah pasien dan sebagainya," kata Ganjar kepada detikcom di kantornya, Semarang, Selasa (6/7/2021).

Hal itu disampaikan Ganjar saat ditanya terkait adanya permintaan dari Sekda Solo Ahyani kepada penyedia oksigen untuk memberikan pasokan untuk pembangunan atap Stadion Manahan.

Mengacu dari hasil rapat dengan Komandan PPKM Darurat Luhut Binsar Pandjaitan, ada upaya pengalihan oksigen nonmedis untuk kebutuhan medis. Sebab, ada prediksi terjadi peningkatan kebutuhan oksigen untuk penanganan kasus COVID-19.

Salah satunya, kata Ganjar, kebutuhan oksigen untuk pengerjaan proyek atap Stadion Manahan bisa ditunda demi mengutamakan kepentingan kesehatan.

"Benar, yang kayak gitu antara lain bisa digunakan dulu untuk kesehatan karena kondisinya. Kayak yang buat atap (GOR Manahan) itu ya, itu kan industri, bisa ditunda dulu kalau kesehatan membutuhkan," jelas Ganjar.

Diberitakan sebelumnya, Sekda Solo Ahyani membenarkan pihaknya mengajukan permintaan pasokan oksigen kepada PT Samator Gas Industri untuk penyelesaian proyek GOR Manahan sebanyak 400 tabung. Menurutnya, kebutuhan oksigen tersebut berbeda dengan oksigen yang digunakan untuk membantu pernapasan pasien COVID-19.

"Itu oksigennya kan untuk industri beda oksigen untuk napas, bedalah, tidak masalah. Sama seperti oksigen untuk ikan, beda," ujar Ahyani ditemui wartawan di Balai Kota Solo, Selasa (6/7).

"Cuma prioritas produksinya dari pabriknya gimana, beda (dengan oksigen untuk napas)," imbuhnya.

Simak juga 'Kapolda Jateng Ultimatum Oknum yang Berani Timbun Obat-Oksigen':

[Gambas:Video 20detik]



(ams/rih)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT